Unduh Aplikasi

Rizal Fahlevi Usul Tingkatkan Status Interpelasi ke PemakzulanĀ 

Rizal Fahlevi Usul Tingkatkan Status Interpelasi ke Pemakzulan 
Rapat paripurna DPRA tentang jawaban interpelasi dari Plt Gubernur Aceh, Jumat 25 September 2020. Foto: AJNN/Rahmat Fajri.

BANDA ACEH - Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Rizal Falevi Kirani mengusulkan serta meminta kepada pimpinan dewan untuk peningkatan status dari hak interpelasi ke pemakzulan terhadap Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. 

Hal itu disampaikan Rizal Falevi dalam tanggapannya atas jawaban interpelasi Plt Gubernur Aceh pada sidang paripurna DPRA, Jumat (25/9). 

Dalam pernyataannya sebelum mengusulkan pemakzulan, Rizal Falevi mengatakan bahwa Pemerintah Aceh sangat tertutup terkait realisasi dana refocusing Covid-19 sebesar Rp 2,5 triliun. 

"Sangat tertutup, ada apa. Tidak pernah tuntas skema dana refocusing, 2,5 triliun, diperuntukkan untuk apa saja," kata Falevi. 

Falevi menyampaikan, sejauh ini dana refocusing Aceh merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia, tetapi berdasarkan informasi Kemendagri, serapan anggarannya baru mencapai 10 persen. 

Kemudian, skema pemerintah Aceh dalam penanganan Covid-19 juga tidak disampaikan kepada DPRA. Alat-alat kesehatan apa saja yang sudah dibelanjakan, dan bagaimana bantuan untuk rumah sakit di daerah. 

"Kita ingin DPA refocusing itu dipublikasi ke publik, apa sih takutnya kalau memang tidak ada apa-apa. Ini uang rakyat, bukan uang pribadi kita sekelompok," ujarnya. 

Mengenai dana Covid-19, lanjut Rizal, dan tentang janji bantuan untuk masyarakat Aceh di Malaysia, setelah mengeluarkan surat akan membantu mereka, namun diralat kembali bahwa tidak pernah berjanji. 

"Sangat tega, setelah surat anda keluarkan, tega menyatakan tidak pernah mengeluarkan surat," ucapnya. 

Karena beberapa hal itu DPRA, Falevi mengusulkan dan meminta pimpinan DPRA meningkatkan status karena dinilai telah melakukan pembohongan publik.

Komentar

Loading...