Unduh Aplikasi

Ribuan Warga Aceh Tamiang Ikut Aksi Bela Rasulullah

Ribuan Warga Aceh Tamiang Ikut Aksi Bela Rasulullah
Ribuan warga Aceh Tamiang saat melakukan aksi damai di kantor bupati setempat. Foto : Asrul/AJNN. 

ACEH TAMIANG - Ribuan warga Aceh Tamiang dari berbagai elemen yang tergabung dalam Gerakan Aksi Umat Islam Aceh Tamiang Bersatu,, Jum'at (6/11) melalukan aksi damai membela Nabi Muhammad SAW di kantor Bupati setempat

Aksi itu dilakukan sehubungan pernyataan Presiden Perancis yang menghina Nabi Muhammad SAW.
Massa mengecam pernyataan Presiden Perancis. 

Selama aksi berlangsung mereka terus mengumandangkan sholawat Nabi Muhammad SAW serta di selingi dengan takbir.Massa juga mengusung sejumlah poster-poster berisi tulisan pengecaman terhadap pernyataan Presiden Perancis. 

Aksi damai tersebut mendapat pengalawan ketat dari personel Polres, personel Kodim 0117/Aceh Tamiang dan Satpol PP Aceh Tamiang. Dari surat pemeberitahuan aksi damai yang disampaikan ke Mapolres Aceh Tamiang disebutkan bahwa Koorinator aksi yaitu Chaidir Azhar, dan penanggugjawab, Wak Leng.

Buyung Arifin salah seorang orator aksi menyampaikan, karikatur bukan kebebasan, tetapi perbuatan provokatif dan penghinaan.

"Mari kita boikot produk Perancis dan mari kita gunakan produk lokal," ajak Buyung. 

Abdul Razak, perwakilan Dayah dalam orasinya meminta kepada pemimpin daerah agar mendukung aksi membela Islam.

"Aksi ini bukan aksi politik," tegasnya sembari menunjukkan produk Perancis salah satunya berupa air mineral Aqua. 

"Jika Bupati Aceh Tamiang beserta DPRK Aceh Tamiang tidak ikut memboikot produk Perancis atau mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) untuk boikot produk Perancis, maka kantor pemerintahan yang akan di boikot oleh massa," sambung Abdul Razak.

Kehadiran massa di sambut Bupati Aceh Tamiang, Mursil bersama para kepala SKPK di lingkungan pemerintahan setempat. Mursil setuju dengan tuntutan masyarakat untuk memboikot produk Perancis.

"Biarkan barang produk Perancis berdebu di mini market maupun tempat lainnya yang menjual produk Perancis, karena itu jangan ada yang membelinya," ujar Mursil.

Mursil juga menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh Tamiang mendukung penuh aksi pemboikotan dan akan menyampaikan ke pemerintah pusat, bahwa Aceh Tamiang yang pertama di Aceh memboikot produk Perancis.

Mendengar pernyataan itu, massa tetap menuntut agar Bupati Aceh Tamiang mengeluarkan Perbup boikot produk Perancis, bila Perbup itu tidak dikeluarkan, maka massa akan menggelar aksi kembali dengan massa yang lebih ramai untuk menduduki kantor Bupati. 

Mendengar permintaan tersebut, Mursil mengaku akan membicarakan dengan pihak DPRK serta unsur Forkopimda. 

Sementara itu, Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon dengan tegas menyatakan sikap mendukung sepenuhnya aksi yang dilakukan oleh Gerakan Aksi Umat Islam Aceh Tamiang Bersatu.

"Kita mengutuk keras statement Presiden Perancis," kata Fadlon didampingi Ketua DPRK, Suprianto dan beberapa anggota dewan lainnya. 

Mengakhiri aksi damai tersebut, Bupati Aceh Tamiang dan Ketua DPRK serta unsur Forkopimda melakukan penandatanganan tuntutan yang disampaikan oleh Gerakan Aksi Umat Islam Aceh Tamiang Bersatu. Isi tuntutan itu antara lain Pemkab Aceh Tamiang beserta Forkopimda harus mengeluarkan surat edaran dan segera memboikot semua produk- produk asal Perancis yang ada di Aceh Tamiang.

Tuntutan lain, meminta Bupati Aceh Tamiang serta Forkopimda untuk menyetop masuknya barang-barang produk asal Perancis ke Aceh Tamiang, mendesak Presiden Republik Indonesia untuk memutuskan hubungan Diplomatik Republik Indonesia - Perancis, meminta Bupati Aceh Tamiang serta Forkopimda untuk memberikan sanksi terhadap oknum yang melanggar aturan tersebut.

Setelah penandatanganan tersebut dan waktu shalat Ashar tiba, massa membubarkan diri dengan tertib lalu pergi menunaikan salat Ashar.

Komentar

Loading...