Unduh Aplikasi

Ribuan masyarakat Abdya demo Bupati

Ribuan masyarakat Abdya demo Bupati
Demo
ACEH BARAT DAYA - Ribuan masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang tergabung dalam aliansi masyarakat gampong persiapan (Almagap) Kamis (13/11) mendatangi kantor bupati Abdya. kedatangan pendemo tersebut menuntut Bupati Abdya Ir Jufri Hasanuddin untuk segera membuat rancangan qanun gampong persiapan yang ada dalam kabupaten setempat untuk di defenitifkan.

Dengan mengunakan truck dan sepeda motor, massa yang terdiri dari 20 gampong persiapan di Abdya itu, baik laki-laki ataupun perempuan menuju ke kantor Bupati Abdya untuk menuntut Bupati Jufri Hasanuddin agar mendefenitifkan 20 gampong persiapan yang sudah lama dimekarkan.

Amatan AJNN di lapangan sekitar pukul 11, 30 Wib, ribuan massa baik laki-laki ataupun perempuan membawa selebaran yang tertulis berbagai tulisan. Seperti “ Tolong jangan sia-siakan perjuangan kami, kami semua butuh kepastian !!! Janji itu adalah hutang wajib dibayarkan". Sementara pada selebaran lainnya tertulis “ Desa-desa kami sudah terdaftar di Kemendagri RI dan sudah punya nomor induk desa, tinggal niat baik Bupati Jufri saja”. Dan masih banyak selebaran lainnya yang bertulisan tuntutan.

Setiba di kantor Bupati Abdya, sejumlah perwakilan massa menjemput anggota DPRK untuk sama-sama berdemo di depan kantor bupati. Tak lama menunggu beberapa wakil rakyat pun tiba di tengah-tengah massa untuk sama-sama menunggu Bupati Abdya Jufri Hasanuddin.

Said Fahmi, korlap Almagap dalam orasinya meminta Bupati Abdya segera membuat qanun gampong persiapan untuk didefenitifkan. Meminta kepada Bupati untuk segera mendesak Gubernur Aceh agar segera mengeluarkan rekomendasi defenitif Gampong persiapan yang ada di kabupaten Abdya. terakhir,

"Apabila dalam waktu dekat 15 hari terhitung dari tanggal/.hari ini tuntutan kami tidak dipenuhi oleh Bupati, maka kami akan melakukan pengerahan massa yang lebih besar lagi dan akan menduduki kantor Bupati Abdya,"pekiknya lantang

Sementara itu, Ketua DPRK sementara Zaman Akli yang sempat naik ke atas panggung orasi menyebutkan, ini merupakan aksi positif untuk menyampaikan aspirasi rakyat.

“Kita sudah muak dengan janji-janji. Tapi hari ini kita minta kenyataan bukan lagi janji,,” ungkap Zaman Akli kepada massa.

Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya sang Bupati Abdya pun turun untuk menemui massa yang sudah berkeringat di halaman kantor Bupati. Setiba Bupati di hadapan massa langsung disambut dengan sorakan dan teriakan serta hujatan terhadap Bupati. Didampingi Sekda Ramli Bahar, Jufri Hasanuddin mencoba untuk menengkan para pendemo, namun ribuan massa tersebut menolak dengan teriakan serta sorakan sampai terjadi perang mulut antara Bupati dan massa.

“Beri saya kesempatan untuk membaca surat Gubernur, ini peraturan. Jangan provokasi hal ini. Tidak bisa seorang bupati mendifinitifkan sebuah desa, itu bukan wewenang bupati, tapi wewenang menteri. Tapi kalau kalian memaksa Mendagri saya jawab iya” kata Bupati Jufri sambil menjelaskan kronologis pembentukan gampong pemekaran pada tahun 2008 lalu.

Namun, para pendemo tetap menolak penjelasan tersebut, massa dengan bupati terus “perang mulut” sampai suara azan menghentikannya. Setelah azan usai, Bupati Jufri menyetujui tuntutan pendemo, dalam waktu dekat akan dibuat rancangan qanun Gampong persiapan setelah alat kelengkapan DPRK terbentuk.

SUPRIAN
Iklan Kriyad

Komentar

Loading...