Unduh Aplikasi

TENDER PROYEK GEDUNG ONCOLOGY RSUDZA

Riad Horem: Unsur Melawan Hukum Terpenuhi

Riad Horem: Unsur Melawan Hukum Terpenuhi
Riad Horem. Foto: Net

BANDA ACEH - Tender Pembangunan Gedung Oncology Center (MYC) di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, dalam prosesnya diduga sarat masalah. Merasa ada kejanggalan dalam proyek tahun jamak (multiyears) tersebut, PT MAM Energindo, salah satu peserta tender yang digugurkan Pokja pemilihan mengajukan sanggah banding.

Dalam aturan, proses tender dinyatakan belum selesai apabila terdapat peserta yang mengajukan sanggah banding. Bahkan PT MAM Energindo telah menyertakan jaminan sanggah banding sebesar Rp 2,37 miliar. Jaminan itu sebagai bukti keyakinan perusahaan bahwa telah terjadi penyimpangan. Taruhannya, uang itu hangus bila sanggahan ditolak.

Konsekuensi lain terkait diajukannya sanggah banding ini oleh PT MAM Energindo, pihak penyedia pekerjaan tidak diperkenankan untuk melanjutkan proses apapun termasuk pembuatan kontrak kerja. Hal ini dilakukan sampai dengan masalah sanggah banding dan proses tender dinyatakan selesai.

Namun, pada Senin 30 Desember 2019, pihak RSUDZA disebut-sebut menandatangani kontrak kerja dengan PT Adhi Persada Gedung-PT Andesmont Sakti KSO. Nilai kontraknya sebesar Rp 219 miliar. Tak sampai disitu, Direktur RSUDZA Azharuddin mengakui jaminan uang muka kerja dicairkan sebesar Rp 13,5 miliar, juga di hari yang sama dengan alasan sebelum masa penarikan anggaran 2019 berakhir.

Baca: Proses Belum Selesai, Direktur RSUDZA Cairkan Uang Muka

Dimintai tanggapannya, Riad Horem, praktisi PBJ Pekerjaan Konstruksi dan Tim Konsultasi Pekerjaan Konstruksi pada LKPP-RI, mengatakan dalam masa sanggah banding semua proses semestinya dihentikan, menunggu sampai dengan keluarnya keputusan hasil sanggah banding.

Horem menegaskan, pencairan uang muka kerja dalam masa sanggah banding merupakan sebuah pelanggaran. Pihak aparat hukum dapat menjadikan ini sebagai pintu masuk, bahwa telah terjadi tindakan non-prosedural dan indikasi perbuatan melawan hukum.

"Sudah memenuhi unsur perbuatan melawan hukum. Disarankan kepada pihak PT MAM Energindo untuk segera melaporkan ke pihak kepolisian," kata Riad Horem melalui sambungan telepon kepada AJNN, Kamis (9/1).

Kepada pihak PT MAM Energindo selaku pihak yang merasa dirugikan dalam proses tender pembangunan Gedung Oncology itu, selain membuat laporan resmi kepada pihak berwajib untuk diproses secara pidana, juga disarankan agar permasalahan tersebut dibawa ke ranah gugatan perdata.

"Selain itu, mereka juga dapat mendaftarkan gugatan secara perdata," pungkasnya.

Komentar

Loading...