Unduh Aplikasi

TENDER PROYEK GEDUNG ONCOLOGY RSUDZA

Riad Horem: Ini Pelanggaran Berat, Masuk Ranah Pidana

Riad Horem: Ini Pelanggaran Berat, Masuk Ranah Pidana
Riad Horem. Foto: Net

BANDA ACEH - Pihak Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh menolak upaya sanggah banding yang diajukan PT MAM Energindo, terkait tender Pembangunan Gedung Oncology Center (MYC).

Hal ini disampaikan Direktur RSUDZA selaku Pengguna Anggaran, Azharuddin, dalam surat jawaban sanggah banding bernomor 027/02/02A/2020 tanggal 23 Januari 2020.

Menanggapi ini, Kuasa Hukum PT MAM Energindo, Mukhlis Mukhtar mengutarakan rencana pihaknya akan menempuh jalur hukum, sebagai bentuk penolakan atas jawaban sanggah banding yang dikirimkan pihak RSUDZA.

Baca: Sanggah Banding Ditolak, PT MAM Energindo Tempuh Jalur Hukum

Menurutnya, banyak sekali kerancuan dalam proses tender tersebut. Seperti, penerbitan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ). Perikatan kerja dengan PT Adhi Persada Gedung-PT Andesmont Sakti KSO, ditandatangani dalam kontrak (surat perjanjian) nomor 027/12079/02.A/2019, Senin, 30 Desember 2019 dengan nilai kontrak sebesar Rp 219 miliar.

Di hari yang sama, pihak RSUDZA juga melakukan pembayaran uang muka kerja berdasarkan Surat Perintah Membayar (SPM) nomor 00407/SPM-BL/1.01.02.02/2019 dan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) nomor 00400698/LS-BL/2019, sebesar Rp 13,5 miliar melalui rekening KSO APG-AS pada Bank Mandiri Kantor Pusat Banda Aceh.

Dikonfirmasi terkait permasalahan itu, Riad Horem, Praktisi PBJ Pekerjaan Konstruksi dan Team Konsultasi Pekerjaan Konstruksi pada LKPP-RI, sependapat dengan apa yang diutarakan kuasa hukum PT MAM Energindo.

Baca: Dugaan Konspirasi di Balik Penetapan Pemenang Tender Oncology RSUDZA

Ia merujuk surat jawaban sanggah banding yang dikirimkan, Azharuddin selaku Pengguna Anggaran tanggal 23 Januari 2020. Surat balasan tersebut, menunjukkan bahwa proses tender belum final.

Namun disisi lain, Pengguna Anggaran dan/atau KPA telah mencairkan uang muka kerja pada 30 Desember 2019. Sementara informasi yang diperoleh di hari yang sama PA/KPA, juga telah menerbitkan SPPBJ dan Penandatangan kontrak.

"Hal ini secara otomatis kontrak batal demi hukum, dimana jawaban sanggah banding baru dilakukan setelah kontrak ditandatangani," ujar Riad Horem kepada AJNN, Sabtu (25/1).

Baca: Proses Belum Selesai, Direktur RSUDZA Cairkan Uang Muka

Dijelaskannya, tindakan ini bukan saja mal administrasi dan peristiwa perdata, tapi ini merupakan bentuk pelanggaran berat dan merupakan peristiwa hukum yang masuk pada ranah pidana.

Berdasarkan hal tersebut, Horem juga menyarankan kepada pihak PT MAM Energindo untuk melaporkan hal ini ke aparat penegak hukum atas dugaan perbuatan melawan hukum yang telah dilakukan oleh PA/KPA RSUDZA.

Sementara itu, ditegaskannya bahwa ia bertanggungjawab secara penuh atas pernyataan ini, sebagai tanggapan profesional atas permasalahan yang terjadi dalam proses tender Pembangunan Gedung Oncology RSUDZA di Banda Aceh.

Baca: Jawaban Pokja ULP Pemerintah Aceh Terkait Sanggahan Tender Oncology

“Saya menyatakan hal tersebut sesuai dengan profesionalitas. Saya juga menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegasnya.

"Marilah kita patuhi aturan dinegeri ini. Semestinya diselesaikan terlebih dahulu proses sanggah bandingnya, baru kemudian dilanjutkan atau tidak proses selanjutnya. Tidak seperti kejadian diatas, dimana kontrak dan pencairan telah dilakukan terlebih dahulu, sebelum keputusan sanggah banding diterbitkan," tambah Riad Horem.

Komentar

Loading...