Unduh Aplikasi

SUSAHNYA MENGURUS SK PENSIUN

Respons Cepat Plt Wali Kota Banda Aceh

Respons Cepat Plt Wali Kota Banda Aceh
Plt Wali Kota Banda Aceh Hasanuddin Ishak. Foto: Fauzul Husni

BANDA ACEH - Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Banda Aceh, Hasanuddin menanggapi cepat terkait dengan persoalan susahnya pengurusan surat keterangan pensiun di Kota Banda Aceh.

Hal itu ditanggapi Hasanuddin lantaran seorang warga Aceh Barat Daya, Jusdiana (60) mengurus surat keterangan pensiun anaknya, Junawardi (41) yang tinggal di Gampong Meunasah Papeun, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, sudah meninggal dunia. Namun surat keterangan itu tak kunjung selesai.

Baca: Tiga Tahun Diurus, SK Pensiun PNS di Banda Aceh Tak Kunjung Keluar

Hasanuddin mengaku sudah memanggil Kepala BKPP Kota Banda Aceh untuk dimintai keterangan. Sebenarnya, kata Hasanuddin, persoalan tersebut hanya membutuhkan keputusan dari pengadilan.

"Jadi perlu putusan dari pengadilan, kepada siapa gaji pensiunan Junawardi dikasih. Apakah kepada anak pada istri kedua, anak pada istri pertama atau kepada dua-duanya," kata Hasanuddin kepada AJNN, Selasa (13/12).

Junawardi memiliki dua istri. Kata Hasanuddin, kedua istri Junawardi tersebut sudah sah bercerai dengannya. Saat ini gaji Junawardi itu akan keluar apabila ada surat keterangan pensiunannya dari BKN Aceh, jika pengadilan sudah memutuskan kepada siapa gaji itu mengalir.

"Sekarang bisa saja BKN mengeluarkan SK itu untuk anak-anak pada istri kedua, nanti sudah ada gugat menggugat lagi dari anak pada istri pertama. Makanya BKN tidak berani mengeluarkan sebelum pengadilan memutuskan," ujar Hasanuddin.

Sementara itu, Kepala BKPP Kota Banda Aceh, Emila Sofayan mengatakan mengenai persoalan itu berkasnya sudah lengkap semuanya. Hanya saja menunggu putusan dari pengadilan kepada siapa gaji pensiunan itu akan dikirim.

Baca: Anak Pensiunan PNS Tak Ada Biaya Sekolah

Emila juga mengatakan kedua istri dari Junawardi tersebut sudah sah bercerai. Sehingga ketika meninggal dunia, Junawardi tidak memiliki istri. "Dalam daftar gaji dan taspen Junawardi ditulis bahwa yang menerima gaji pensiunnya yakni tiga anak dari istri kedua," katanya.

Emila menambahkan anak pertama Junawardi dari istri pertamanya tidak tertulis dalam daftar gaji dan taspen milik Junawardi. "Ini kesalahan dari Junawardi sendiri, kalau nama anak pertama dari istri pertama tidak ditulis, tapi dalam daftar keluarga tertulis" tambahnya.

Komentar

Loading...