Unduh Aplikasi

Resi gudang kopi Aceh Tengah masih kosong

Resi gudang kopi Aceh Tengah masih kosong
Resi gudang
ACEH TENGAH - Gedung resi gudang yang resmi difungsikan pada 3 Agustus 2014, kini tak mampu menyerap stok kopi petani secara maksimal. Buktinya sejak satu bulan terakhir atau beberapa hari setelah diresmikan, gudang tersebut masih kosong.

Kepala sistem resi gudang Joharnom Sigukguhi saat dijumpai wartawan di kantornya mengatakan, penyebab kekosongan resi gudang saat ini, selain harga kopi tengah melambung, juga diakibatkan banyaknya agen pengumpul kopi atau tukang ijon yang membeli kopi petani.

Para petani terpaksa menjual hasil panen kopi kepada agen, karena sebelumnya para petani telah menggunakan jasa para agen dengan meminjamkan uang tunai mereka untuk keperluan rumah tangga.

“Harga kopi yang dibeli oleh agen inipun, juga terkadang tidak maksimal sesuai dengan harga beli pasar yang telah ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu Kabid Perdagangan ESDM Disperindagkop-Ukm Aceh Tengah Zainul Azha Purba mengatakan, resi gudang kopi paya ilang kosong, karena pengumpul atau agen masih sanggup membeli harga kopi petani dengan harga tinggi mulai dari 50 hingga Rp60 ribu per kilo.

“Ini karena harga kopi membaik, kan baru-baru panen, tapi kebiasaan pada panen raya kopi nantinya, harga akan terjun bebas dan ketika itulah resi gudang akan di kepung oleh petani untuk menitip hasil panen mereka,” demikian Zainul Azha Purba.

Informasi lain yang berhasil dihimpun, para petani lebih memilih menjual kepada agen pengumpul dari pada menggunakan jasa resi gudang, karena mudah mendapatkan uang pinjaman tunai meski hasil kopi belum dipanenkan.

Sedangkan jika menggunakna jasa resi gudang, petani harus menunggu proses pengecekan kadar air dan kriteria lainnya hingga tiga hari, supaya kopi bisa dititipkan di resi gudang dan barulah nantinya sertifikat dikeluarkan untuk kemudian dapat digunakan oleh petani atau penitip kopi sebagai jaminan untuk meminjamkan uang di bank yang telah ditentukan.

NUSI

Komentar

Loading...