Unduh Aplikasi

Rencana Pembelian Pesawat dan Tsunami Cup Dikritik

Rencana Pembelian Pesawat dan Tsunami Cup Dikritik
Kegiatan dan mata anggaran KUA-PPAS APBA-P 2017. Foto: Ist

ACEH JAYA - Pembelian pesawat udara yang diusulkan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2017 menuai kritik. Rencana lain yang juga diprotes publik adalah usulan anggaran Rp 11 miliar untuk event bertaraf internasional, Tsunami Cup

Seorang kandidat Doktor Manajemen Unsyiah Mukhsinuddin menilai rencana pembelian pesawat udara oleh Pemerintah Aceh saat ini tidak tepat, karena kondisi masyarakat masih jauh tertinggal dari daerah lain, baik dari segi pendidikan, pembangunan maupun ekonomi, bahkan pengangguran di Aceh juga masih sangat banyak dan meningkat setiap tahunnya.

Kata dia, Aceh saat ini memiliki dana otsus yang cukup besar, tapi dalam sensus 2016 rakyat Aceh masih banyak dalam kemiskinan.

"Program pembelian pesawat itu penting, tapi lebih penting lagi untuk mendongkrak SDM," kata Mukhsin saat diwawancarai AJNN, Kamis (21/9).

Menurutnya, dana otsus yang masih tersisa beberapa tahun lagi itu harusnya diprioritaskan untuk peningkatan SDM, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Ke depan jika Aceh sudah mantap baik dari segi SDM maupun ekonomi, bukan tidak mungkin Aceh juga bisa menciptakan pesawat sendiri," ujar Mukshin.

Hal senada juga disampaikan salah satu dosen Hukum Unsyiah dan Unmuha, A.Malik Musa. Dia menilai Pemerintah Aceh tidak seharusnya mengenang tsunami dengan kegiatan olahraga, karena ini hari mengenang ribuan masyarakat Aceh yang meninggal dunia akbikat gempa dan tsunami.

"Untuk mengenang para arwah tsunami harusnya kita mengadakan Zikir Akbar, jika perlu undang ulama-ulama dunia yang ikut membantu Aceh waktu Tsunami dulu dan berkumpul di Aceh untuk zikir bersama," ujar Malik Musa.

"Para arwah membutuhkan doa, bukan yang lain," tambahnya.

Sementara itu mantan Bupati Aceh Jaya Azhar Abdurrahman menilai usulan Irwandi untuk membeli pesawat dan evint Tsunami Cup hanya menghamburkan uang,

Menuruntnya, Aceh akan hebat dengan program yang hebat, bukan Aceh hebat dalam menghabiskan anggran yang tidak tepat.

"Nyo Aceh hebat bagian peu abeh peng nan jih (Ini Aceh hebat dalam menghabiskan uang namanya)," katanya.

Mantan Kombatan Aceh Jaya meminta Pemerintah mengkaji kembali terkait usulan kegiatan Tsunami cup tersebut, masih banyak cara untuk mengenang dan memperingati tsunami yang lebih disukai rakyat.

"Gubernur dipilih oleh rakyat, maka harus memproritaskan program yang pro rakyat dan bermanfaat," kata Azhar Abdurrahman.

Azhar menilai, anggaran pembelian pesawat dan Tsunami Cup lebih baik digunakan untuk meningkatkan gaji guru honor yang dalam usulan hanya dibayar dengan upah Rp 500 ribu perbulan.

"Malah gaji guru tingkat SMP dan SD di Aceh Jaya jauh lebih besar dibandingkan dengan gaji guru honor povinsi, di Aceh Jaya mereka mendapatkan Rp 1.700 ribu perbulan untuk guru lulusan sarjana," katanya.

Komentar

Loading...