Unduh Aplikasi

Rektor Unsyiah: Mahasiswa Harus Dipaksa Membaca

Rektor Unsyiah: Mahasiswa Harus Dipaksa Membaca
Rektor Unsyiah, Samsul Rizal, saat menjadi pemateri dalam Diskusi Forum Literasi Aceh, yang berlangsung di Seulawah Arabica, Banda Aceh. Foto: Fauzul Husni

BANDA ACEH - Rektor Universitas Syiah Kuala, Samsul Rizal mengungkapkan minat baca masyarakat Aceh masih sangat kurang. Hasil penelitian, minat baca anak muda di Aceh masih jauh dari harapan.

"Minat baca masyarakat Aceh masih sangat kurang. Hasil penelitian anak muda saja kurang minat membaca," kata Rektor Unsyiah, Samsul Rizal, Sabtu (26/1) usai menjadi pemateri dalam Diskusi Forum Literasi Aceh, yang berlangsung di Seulawah Arabica, Banda Aceh.

Selain Samsul Rizal, dalam diskusi itu juga hadir sejumlah pemateri lainnya, yakni Plt Kepala BPKS, Razuardi Essex, kemudian Azhari Aiyub, Alkaf, dan Yarmen Dinamika.

Untuk meningkatkan minat baca bagi generasi muda khususnya di kampus, kata Samsul, yang harus dilakukan adalah dengan cara dipaksa, karena kalau bukan dengan cara itu, sulit untuk meningkatkan minat bagi di kalangan mahasiswa.

"Harus dipaksa, satu-satunya cara membuat mahasiswa mau membaca yaitu dengan cara pemaksaan," ujarnya.

Samsul mengungkapkan penyebab kurangnya minat baca masyarakat Aceh dikarenakan karena sistem pendidikan seja dini. Pasalnya generasi Aceh sejak duduk di sekolah dasar (SD) tidak dikhususkan kepada anak-anak untuk membaca.

"Sistem pengajaran yang harus diubah, makanya kami ingin mengajak kedepan itu sistem mengajarnya harus berubah. Jadi anak-anak dibangku SD itu diberikan kebebasan bencerita, bermain, menghafal ayat-ayat pendek. Sekarang kejadiannya anak-anak SD sudah diberikan tugas yang berat-berat," ungkapnya.

Bahkan, kata Samsul, guru-guru untuk kelas 1 sampai kelas 4 di SD harus cendas dan pintar. Jangan diberikan guru-guru yang belum mampu berdiri di depan untuk mengajar.

"Itu harus guru-guru pintar, maksudnya pemkab dan pemkot harus berani melakukan tes kembali guru-guru yang layak yang berdiri di depan kelas, karena untuk guru SD dan SMP kan kewenangan kabupaten/kota," jelasnya.

Hasil uji kompetensi guru, tambah Samsul, Aceh berada pada posisi ke 33 dari 34 provinsi di Indonesia.

"Apa yang terjadi kalau ada guru belum layak berdiri untuk mengajar, makanya ini harus kerja sama yang baik antara pemerintah kab/kota dengan provinsi," kata Samsul Rizal.

Aceh UMKM Expo 2019
Ucapan Selamat Pelantikan DPRA - Aceh Barat
iPustakaAceh

Komentar

Loading...