Unduh Aplikasi

Rektor UIN: Mahasiswa harus kreatif saat KPM

Rektor UIN: Mahasiswa harus kreatif saat KPM
KPM mandiri2014 01 1
BANDA ACEH - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mengaharapkan kepada mahasiswa agar mempergunakan umur yang kreatif ini untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan apa yang telah dipelajari selama di bangku kuliah.

Hal itu disampaikan Prof. Dr. H. Farid Wajdi Ibrahim, MA dalam sambutannya pada serah terima peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) UIN Ar-Raniry, Senin (1/12) di Aula Kantor Camat Montasik, Aceh Besar.

“Para mahasiswa ini memiliki potensi yang sangat baik, mereka masih sangat muda dan yang muda ini banyak potensi, menurut sebuah penelitian mengungkapkan bahwa umur dari 0-40 tahun, terkait dengan perubahan seseorang masih dapat terjadi sampai 75 persen, sedangkan 25 persen agak sulit untuk berubah karena watak dengan bermacam faktor, bisa disebabkan oleh keturunan, pergaulan, lingkungan, makanan dan lainnya,” kata Farid.

Rektor mengatakan, bagi mahasiswa peserta KPM ini merupakan yang tergolong kepada katagori umur yang masih sangat mungkin untuk melakukan perubahan, dan diharapkan perubahan kepada yang lebih baik dan bermanfaat, lakukan dengan kreatif.

Farid menambahkan, perserta KPM ini merupakan orang pilihan, terpilih sebagai mahasiswa di kampus UIN Ar-Raniry, terpilih sebagai mahasiswa yang akan memperoleh gelar sarjana dan terpilih untuk mengabdi kepada masyarakat, di umur seperti ini lah manusia dapat melakukan sesuatu dengan lebih kreatif, dapat mengembangkan ilmu yang telah dimiliki selama dibangku kuliah.

“Diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat, bagaimana kehadiran mahasiswa UIN Ar-Raniry dapat melakukan kebaikan kepada masyarakat dalam pengabdiannya, kami tetap harus selalu ingatkan agar dapat menjaga nama baik almamater, jangan sampai mencemarkan nama baik UIN Ar-Raniry, alumni dan tertama bagi pribadi masing-masing,” himbau Rektor.

Lebih lanjut dikatakan, kehadiran peserta KPM ke Gampong-gampong untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari selama di kampus kepada masyarakat, sebaliknya juga mereka dapat belajar selama berada bersama masyarakat, mereka ini calon sarjana yang telah memiliki banyak teori kembali kedalam masyarakat untuk bakti, lakukan sesuatu disaat masih muda dengan ide-ide kreatif yang dimiliki.

Selanjutnya Farid menyebutkan, jika nanti umurnya sudah mencapai 40 - 50 tahun, kemungkinan untuk kreatif dan berubah hanya 50 persen saja, kerana wataknya sudah melekat padanya, apalagi jika umur sudah 50-60 tahun, pada umur seperti ini kemungkinan berubah manusia akan lebih kecih, yaitu hanya 25 persen, sedangkan 75 persen akan sulit untuk berubah, karena kepribadiannya sudah kuat dan segala sesuatu baginya sudah melekat.

Namun kata Farid, umur dipuncak keemasan, artinya orang-orang pada umur 50 tahun ke atas sudah sangat baku terhadap sikap dan pemikirannya, usia ini merupakan yang paling produktif untuk berfikir tanpa ada keragu-raguan.

“Pada umur 60 tahun ke atas, manusia tidak dapat berubah lagi, wataknya sudah sangat melekat pada dirinya, jika sampai umur seperti ini belum ada perubahan maka akan sulit untuk berubah, oleh karena itu diharapkan kepada mahasiswa UIN Ar-Raniry agar dapat mempergunakan kesempatan dengan baik, agar umur yang diberikan Allah tidak sia-sia,” tutupnya.

Sementara itu, Assisten I Setda Aceh Besar Drs. H. Muchtar, MSi yang mewakili Bupati Mukhlis Basyah, S.Sos mengatakan, kehadiran mahasiswa peserta KPM UIN Ar-Raniry serta kampus lainnya dalam Gampong di Kabupaten Aceh Besar telah membawa perubahan yang berarti terhadap wilayah setempat, baik dari segi lingkungan maupun dalam masyarakat, sesuai dengan realita telah dirasakan oleh masyarakat saat ini.

“Kepada mahasiswa agar dapat mengaplikasikan teori-teori yang diperoleh di kampus agar masyarakat dalam Kecamatan montasik dan Kecamatan lainya dapat terbantu dalam menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi, kami harapkan juga senantiasa dapat menjaga diri dan nama baik perguruan tinggi selama berada di Gampong-gampong, laksanakan KPM ini dengan sebaik-baiknya,” kata Mukhtar.

Kata dia, sesuai dengan tujuan KPM, seperti perkenalan antar budaya guna memperkokoh rasa kebangsaan serta sebagai ajang perekat generasi muda bangsa senantiasa terwujud di lapangan, diharapkan juga kepada mahasiswa KPM untuk mendukung Program Beut Ba’da magrib yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Besar yang sudah berjalan selama ini.

Sementara itu Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat Drs. H.M. Jakfar Puteh mengatakan, pelepasan peserta KPM dilasanakan di Aula Kantor Camat Montasik, Rektor Farid Wajdi menyerahkan nama peserta KPM kepada Bupati yang terima oleh Asisten I selanjutnya diserahkan kepada Camat Mitasik Muhammad Abduh, S.Sos untuk diserahkan kepada Keuchik di masing-masing Gampong.

“Acara serah terima peserta KPM Mandiri UIN Ar-Raniry berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan, serta hadir juga Kapolsek Montasik Akp. Edi Febriadi, SH untuk memberikan arahan kepada peserta dan aturan yang berlaku di wilayah itu untuk ditaati oleh peserta KPM”. Ujar Jakfar.


SP

Komentar

Loading...