Unduh Aplikasi

Rektor Baru STAIN Dirundeng Perempuan, Mahasiswa Menolak

Rektor Baru STAIN Dirundeng Perempuan, Mahasiswa Menolak
Aksi mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng menggelar aksi menolak Rektor baru. Foto: AJNN.Net/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Agama Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh (TDM) menggelar aksi menolak Ketua STAIN baru, Innayatillah. Bahkan mahasiswa meminta Innayatillah untuk segera mengundurkan diri. Aksi berlangsung Selasa (8/1) sekitar pukul 16.00 WIB, di halaman kampus setempat.

Alasan penolakan, karena para mahasiswa menilai saat ini masih banyak persoalan di kampus yang baru saja dinegerikan. Dalam tuntutannya, mahasiswa juga meminta agar Kementerian Agama memberikan jabatan Ketua STAIN kepada kaum laki-laki, karena dinilai dengan diberikan kepada laki-laki, kebutuhan insfrastruktur cepat teratasi.

Selain itu, mahasiswa juga mendesak Kemenag merevisi Peraturan Menteri Agama Nomor 68 Tahun 2015 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor dan Ketua pada Perguruan Tinggi Keagamaan yang telah diselenggarakan oleh pemerintahan.

Bahkan, mahasiswa meminta Kemenag untuk meninjau kembali penetapan Innayatillah sebagai Ketua STAIN TDM Meulaboh. Dalam aksi tersebut, para mahasiswa itu juga mengancam akan melakukan pemboikotan kampus serta menggelar aksi dengan jumlah mahasiswa lebih banyak.

Sementara itu, Ketua STAIN terpilih, Innayatillah, mengaku tidak mempermasalahkan aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa. Menurutnya aksi tersebut wajar dilakukan karena dirinya dengan para mahasiswa belum pernah bertemu sehingga belum saling memahami terhadap kepemimpinannya sebagai Ketua STAIN.

Untuk itu, ia meminta mahasiswa untuk tidak buru-buru menilai buruk terhadap kepemimpinannya, apalagi dirinya selaku Ketua STAIN terpilih baru saja dilantik.

“Saya pikir perlu melihat dulu, saya sendiri belum datang ke STAIN. Melihat kondisi dan bertemu mahasiswa barang kali ada informasi yang belum tersampaikan kepada mereka terkait dengan kepemimpinan ini,” kata Innayatillah.

Innayatillah, yang mengaku masih berada di Jakarta mengatakan terpilihnya sebagai Ketua STAIN TDM juga melalui proses yang panjang. Ia berjanji selama memimpin akan mampu membawa kampus lebih maju, baik dari bidang infrastruktur maupun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

"Untuk memajukan kampus, saya akan melakukan sistem pembangunan kolektif dengan melibatkan semua stakeholders di kampus. Tentang kekhawatiran mahasiswa, saya pikir kepemimpinan saya bukan one man show atau one women show, tapi kepemimpinan kolektif. Dan yang menjadi motto saya ketika saya presentasi visi misi saya, saya menganggap kita bisa mengembangkan STAIN ini bersama kepemimpinan kolektif,” tegasnya.

Dengan sistem kepemimpinan kolektif, kata Innayatillah, maka setiap orang yang berada di kampus tersebut dapat bertanggungjawab secara bersama dalam memastikan setiap program dan kegiatan kampus, termasuk berupaya mencapai target kampus tersebut menjadi IAIN di tahun ini.

"Terkait adanya permintaan dari mahasiswa agar jabatannya dikembalikan ke kaum laki-laki, saya menilai masih adanya pandangan diskriminatif terhadap kaum perempuan, sehingga masih adanya pandangan jika kaum perempuan tidak mampu memimpin," ungkapnya.

Menurutnya gaya kepemimpinan perempuan memang memiliki perbedaan dengan kepemimpinan laki-laki, namun meski demikian, kepemimpinan perempuan tidak bisa dengan serta merta diklaim tidak memiliki kemampuan dalam memajukan kampus tersebut.

"Kenapa saya tergerak untuk mencalonkan diri sebagai Ketua STAIN karena visi misi saya untuk membawa perubahan dan kemajuan bagi kampus tersebut," katanya.

Komentar

Loading...