Unduh Aplikasi

PELEMPARAN GRANAT MOBIL ANGGOTA DPRK BENER MERIAH

Rekonstruksi Ungkap Rencana Pelaku Membunuh Menggunakan Racun Babi

Rekonstruksi Ungkap Rencana Pelaku Membunuh Menggunakan Racun Babi

BENER MERIAH – Polisi Resot (Polres) Bener Meriah menggelar rekontruksi kasus pelemparan granat ke dalam mobil anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat. Rekontruksi yang digelar di halaman Mapolres setempat melibatkan dua pelaku utama yakni AF dan SZ, yang merupakan saudara kandung, dan beberapa personil polisi memerankan sebagai korban, Senin (31/10).

Selain itu, puluhan personil polisi juga dilibatkan untuk mengamankan rekontruksi tersebut. Pasalnya keluarga korban juga ikut hadir untuk menyaksikan cara pelaku untuk membunuh korban.

Dalam rekontruksi yang memperagakan 50 adegan juga terungkap kalau kedua pelaku ini sempat mengirimkan makanan kepada korban yang sudah dituangkan racun babi jenis timek.

Kapolres Bener Meriah AKBP Deden Somantri SIK, MSI melalui Kasat Reskrim AKP Suparwanto,SH mengatakan dalam rekontruksi itu juga memperagakan ketika korban membeli granat yang digunakan untuk membunuh korban.

“Kami juga memperagakan ketika pelaku mengirimkan makanan yang telah diracun jenis timek, hingga aksi jual beli granat serta pelemparan granat,” kata AKP Suparwanto.

Adegan pertama ketika korban (almarhum) Aulia memukul SZ (pelaku) yang merupakan istri muda dari Anggota DPRK Bener Meriah Mansur Ismail, yang tak lain adalah ayah dari Aulia. Diadegan selanjutnya kedua pelaku ini membeli racun babi (timex) untuk diracik dan memasukan ke dalam makanan beserta minuman yang dibungkus secara rapi. Makanan tersebut kemudian diberikan kepada keluarga Mansur.

Kedua tersangka kemudian langsung menuju ke ke rumah korban, AF memberikan bingkisan tersebut ke keluarga Mansur, dengan mengatakan bahwa makanan itu adalah titipan dari Fraksi Partai PAN.

Rencana yang sudah disusun dengan rapi ternyata gagal. Kedua pelaku kemudian melakukan rencana lain yakni pelemparan granat. AF yang ditunjuk sebagai eksekutor membeli granat kepada AS seharga Rp 3 juta.

“AF beraksi melempar granat setelah menerima uang Rp 800 ribu dari SZ,” ungkap AKP Suparwanto.

Untuk menjalankan aksinya, AF membuntuti mobil keluarga Mansur. Saat itu, keluarga Mansur yang berada dalam mobil berjumlah tujuh orang yaitu istri tua, anak, dan keluarga dekat Mansyur. Salah seorang penumpang nahas itu ialah Sertu Hasimi, anggota TNI yang bertugas di Bener Meriah, yang mengendarai mobil tersebut.

Setelah selesai mengantarkan anak Mansur ke pesantren Benyot-Bireun, rombongan langsung balik ke arah Bener Meriah, AF terus membuntuti dari belakang. Sampai di tempat kejadian perkara (TKP), yakni di jalan Menderek, Pintu Rime Gayo, pelaku langsung melepaskan pemicu 1 dan 2 dari granat manggis, dan melemparnya ke dalam mobil tepatnya lewat jendela kaca sopir.

“Usai melakukan aksinya, AF menelpon SZ kalau mobil sudah meledak. Kemudian AF melarikan diri ke Aceh Timur melalui jalan pintas dari arah Arul Cincin menuju Simpang Lancang, Bener Meriah,” jelasnya.

Selanjutnya, berselang beberapa minggu kejadian, SZ yang merupakan istri muda Mansur ditangkap oleh pihak kepolisian di rumah saudaranya yang berada di Lampahan. Berselang empat minggu dari penangkapan SZ, aparat kepolisian kembali menangkap AF di Sumatera Utara.

“Dalam penyelidikan SZ menutupi perencanaan pembunuhan menggunakan racun, tapi setelah AF tertangkap, baru hal itu terungkap,” ujarnya.

Pantauan AJNN, usai pelaksanaan rekontruksi keluarga korban yang ikut menyaksikan rekontruksi berteriak histeris dan mencoba melakukan pengejaran saat kedua pelaku di giring ke tahanan polres. Beruntung aparat kepolisian yang berada di lokasi dapat mengamankan keluarga korban.

Komentar

Loading...