Unduh Aplikasi

Rekomendasikan Iberamsyah, Keputusan Golkar Aceh Tengah Dinilai Salah 

Rekomendasikan Iberamsyah, Keputusan Golkar Aceh Tengah Dinilai Salah 
Aktifis Gayo, Waladan Yoga. Foto: Ist

BANDA ACEH - Aktivis Gayo Waladan Yoga menilai kebijakan Golkar Aceh Tengah merekomendasikan kembali Iberamsyah sebagai calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada pemilihan legislatif 2019 dinilai salah.

Untuk diketahui, Iberamsyah saat ini merupakan anggota DPRA. Pada Pileg 2019, Iberamsyah diisukan kembali diusul untuk menjadi caleg dari Partai Golkar.

"Sebagai konstituen di daerah pemilihan IV yakni Aceh Tengah - Bener Meriah, kontribusi Iberamsyah sebagai anggota DPRA dan sebagai perwakilan rakyat Gayo di provinsi terasa sangat kurang," kata Waladan Yoga kepada AJNN, Selasa (31/10).

Ia mengaku sulit untuk dapat merasakan kinerja Iberamsyah sebagai wakil rakyat gayo. Bahkan selama hampir empat tahun beliau duduk sebagai anggota DPRA, capaian dan kinerjanya tidak terukur dan minim prestasi.

"Belum lagi, menurut pengamatan saya, Iberamsyah sebagai wakil rakyat gayo hampir tidak pernah berbicara mengenai kepentingan rakyat gayo, dimana dan kapan dia (Iberamsyah) berjuang keras, berbicara dan membela kepentingan gayo, hampir tidak ada pembelaan terkait kepentingan gayo, baik di media atau perdebatan di parlemen," ujarnya.

Ia mengungkapkan setiap anggota DPRA diketahui mendapatkan dana aspirasi Rp 10 miliar, artinya ada Rp 40 miliar dana yang dikelola selama empat tahun menjabat sebagai anggota dewan, namun tidak diketahui kemana dana aspirasi Iberamsyah dibawa.

"Pertanyaan kami kemana dana aspirasi pak Iberamsyah dibawa, ini menjadi catatan penting untuk mengukur sejauhmana kepentingan rakyat diutamakan, dibawa kemana saja aspirasi itu, wajib kita pertanyakan sebagai Konstituen," jelasnya.

Secara umur, kata Yoga, Iberamsyah sudah sangat senior, saat ini dibutuhkan wakil rakyat gayo yang lebih fresh dan energik, gayo butuh wakil yang lebih agresif, punya jaringan luas dan dapat mempengaruhi kekuasaan dan kebijakan.

"Saran saya kepada Pak Iberamsyah sudah waktunya istirahat, berikan kesempatan kepada yang muda, Golkar Aceh Tengah harusnya dapat merekomendasikan orang-orang yang mempunyai kredibilitas, kapabilitas dan kapasitas yang mumpuni, jangan terjebak pada kepentingan sesaat," ujarnya.

Dia mengatakan Golkar Aceh Tengah harus memikirkan kepentingan jangka panjang apabila tidak mau ditinggalkan pemilih setianya. Sayang, jika partai sebesar Golkar yang mempunyai banyak kader potensial dan mempunyai kapasitas, namun harus kalah akibat salah dalam merekomendasi orang.

"Bagaimana pun, potensi Partai Golkar untuk memperoleh satu kursi DPRA pada 2019 terbuka lebar, kita harus jujur soal itu. Sederhananya jatah Golkar di DPRA tidak akan bergeser. Tapi jika yang direkomendasikan adalah kader yang salah, maka kita sebagai konstituen wajib mengkoreksinya," ujarnya.

Menurutnya jangan lagi karena faktor kekuasaan dan kedekatan kemudian memaksakan calon-calon anggota DPRA yang sudah ditahui kinerjanya kemudian direkomendasi kembali.

"Sudah waktunya pak Iberamsyah istirahat dan memberikan kesempatan kepada kader yang lebih potensial, kalau tetap ngotot calonnya yang itu-itu saja, sebaiknya konstituen di Aceh Tengah dapat menghindari untuk memilih calon dari Golkar," kata Waladan Yoga.

Hingga berita ini diunggah, AJNN belum mendapatkan konfirmasi dari Iberamsyah. Pesan singkat yang dikirim tak kunjung dibalas

IKLAN HPI
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...