Unduh Aplikasi

Rehab rumah di Aceh Jaya anggaran Rp15 juta yang dibangun Rp11 juta

ACEH JAYA - Bantuan rehabilitasi sosial rumah layak huni untuk masyarakat miskin tahun anggaran 2013 di Aceh Jaya, dari anggaran Rp15 juta per unit namun yang dipakai untuk pembangunan hanya Rp11 juta. Sementara dalam laporan, Si Penerima diminta tanda tangan Rp15 juta.

Salah seorang warga Kecamatan Panga penerimanya rehabilitasi rumah yang dijumpai AJNN. Net pada Senin (13/1) membenarkan kalau jumlah dana pembangunan dalam bentuk barang yang dia terima sebesar Rp11 juta.

"Kamoe hana meuphoem, ka dijok meucok (Kami tidak paham, sudah diberikan kami ambil),"kata lelaki itu.

Uniknya pada laporan yang dia tanda tangan nilai bantuan sebesar Rp15 juta.

"Orang lain juga seperti itu, hanya Rp11 juta yang diberikan,"tambahnya.

Adapun jumlah penerima bantuan rehabilitasi sosial rumah layak huni sebanyak 100 orang, ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Aceh Jaya, Azhar Abdurrahman nomor 36.a tahun 2013. Sementara pembangunan ini menggunakan dana Otsus 2013.

Dengan begitu bila dikalikan sisa anggaran dari rehabilitasi 100 rumah terdapat selisih sebesar Rp 400 juta. Pertanyaannya kemanakah uang tersebut?

"Sebagian untuk operasional tim pelaksana, "kata Ketua Komite pelaksana M. Adan Husen pada AJNN.net Selasa, (14/1) di sebuah warung kopi depan Dinas Sosial Aceh Jaya.

Lelaki yang tersohor dengan panggilan Apa Dan ini mengakui kalau pembangunan yang dilakukan tidak sampai Rp15 juta. Namun dia menolak merincikan kemana penggunaan sisa anggaran tersebut.

"Saya akan memberikan laporan kepata PPTK, Inspektorat bukan kepada anda,"jawabnya.

Secara umum mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Panga ini menjelaskan untuk biaya operasional dan honor tim teknis, TKSK serta konsultan memakai uang dari Rp400 juta tersebut.

Sebagai tambahan selain rehabilitasi rumah, pembangunan rumah baru kepada 144 orang juga ditangani oleh Apa Dan. Ini masih dalam satu paket. Kata Apa Dan untuk pembangunan rumah baru pagunya Rp48 juta per unit.

Menariknya pembangunan rumah layak huni dan rehab rumah masyarakat miskin di Kabupaten yang dipimpin oleh Bupati dari Partai Aceh ini tidak melalui tender, tetapi secara swakelola dengan menunjukkan Komite. Komite sendiri kata Apa Dan di SK kan langsung oleh Gubernur Aceh.

"Tidak ada pemilihan,  tapi karena kepercayaan, "imbuhnya.

ISHAK YUSUF - ZULKARNAINI MASRY
Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...