Unduh Aplikasi

Reformulasi Strategi Pembangunan

Reformulasi Strategi Pembangunan
Rustam Effendi

Oleh: Rustam Effendi

SEORANG mahasiswa Pascasarjana Ilmu Ekonomi di kampus saya mengajukan sebuah pertanyaan menarik. Dengan serius dia bertanya:
"Mengapa proses pembangunan itu sering gagal, dalam arti tidak mencapai sasaran yang dituju?". "Di mana salahnya, Pak?," ujarnya lagi.

Ini bukan pertanyaan biasa. Tidaklah mudah menerangkan soal ini. Tidak sesederhana yang dibayangkan. Kegagalan itu bisa dikarenakan banyak hal.

Bisa saja disebabkan alokasi anggaran pembangunannya yang keliru. Tata kelola pemerintahan yang tidak baik. Manajemen pembangunan yang amburadul. Birokrasinya yang tidak mendukung untuk perubahan dan kemajuan. Perilaku korupsi yang telah menggurita. Atau, masyarakatnya yang tidak ikut berpartisipasi dalam proses pembangunan.

Kegagalan sebuah proses pembangunan, mungkin juga, karena kebijakan dan program yang ditawarkan itu keliru. Ini seringkali kurang disadari oleh mereka, para pembuat kebijakan, termasuk perencana/perancang pembangunan. Mereka hanyut dalam keasyikan karena kesenangan dan kenikmatan yang dikecapinya. Mereka tidak sadar jika apa yang dikerjakan selama ini adalah sesuatu yang tidak mengacu pada kebutuhan (needs) yang sesungguhnya.

Mereka keliru, jika kebijakan dan program pembangunan yang telah diluncurkan, jauh dari harapan masyarakat. Mengapa begitu? Jawabannya sangat sederhana. Mereka, terutama para perencana/perancang tidak pernah meramu Strategi pembangunan itu secara tepat.

Saat meramu dan memilih strategi, mereka tidak melakukan proses analisis terhadap kondisi yang ada secara benar. Analisis yang dilakukan bukan hanya dangkal dan seadanya, tapi juga tanpa didukung data-fakta yang akurat. Beberapa kasus yang saya temukan, strategi yang diusung cenderung "copy" dan "paste". Saban tahun strateginya tidak berubah, tidak disesuaikan dengan situasi dan kondisi kekinian. Sebagian besar strategi tidak dibangun dari dasar yang kuat, tanpa menggunakan pisau analisis yang tajam. Akibatnya, dapat diterka, strateginya biasa-biasa saja, jauh dari situasi yang ada. Strategi yang seadanya ini tentu berakibat pada kebijakan dan program yang seadanya pula.

Implikasinya, anggaran pembangunan habis triliunan tiap tahun, tapi orang miskin tetap miskin, yang menganggur tetap tersungkur- mendengkur, dan nasib mereka tak pernah berubah sepanjang tahun.

Nah, kalau mau berubah, mau maju, salah satu yang harus dilakukan, reformulasi kembali strategi dalam membangun. Sulitkah itu? Tidak, sama sekali tidak sulit. Yang penting, perencananya serius dalam meramu strategi pembangunan.

*) Penulis adalah Pengamat ekonomi Aceh dari Universitas Syiah Kuala

Komentar

Loading...