Unduh Aplikasi

Refleksi hari lingkungan dan revitalisasi UU Nomor 32 Tahun 2009

Refleksi hari lingkungan dan revitalisasi UU Nomor 32 Tahun 2009
Mustafa opinia
Oleh : Mustafa Kamal

Setiap tahunnya masyarakat dunia selalu melakukan peringatan hari lingkungan hidup sedunia (World Environment Day).

Peringatan ini dilakukan tiap tanggal 5 Juni yang merupakan program untuk meningkatkan kesadaran masyarakat diseluruh penjuru bumi tidak terkecuali Indonesia, hal ini menjelaskan akan pentingnya menjaga lingkungan bagi seluruh manusia di dunia. Hari lingkungan hidup sedunia ditetapkan sejak pembukaan konferensi lingkungan hidup sedunia di sidang umum PBB di Stockholm 5 – 16 Juni 1972.

Hari lingkungan hidup sedunia memberikan ruang bagi seluruh penduduk bumi untuk menjadi bagian aksi global dalam mengkampanyekan proteksi terhadap planet bumi, pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan serta gaya hidup yang ramah lingkungan.

Lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Semangat otonomi daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia telah membawa perubahan hubungan dan kewenangan antara Pemerintah dan pemerintah daerah, termasuk di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Kualitas lingkungan hidup yang semakin menurun telah mengancam kelangsungan perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya sehingga perlu dilakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang sungguh- sungguh dan konsisten oleh semua pemangku kepentingan.

Menjawab persoalan lingkungan hidup yang semakin “pelik” untuk diselesaikan pada tanggal 3 Oktober 2009, Presiden SBY telah mengesahkan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sebagai pengganti UU Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Yang dimaksud perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dalam undang-undang salah satunya meliputi aspek pengendalian terhadap pencemaran dan kerusakan fungsi lingkungan hidup yang meliputi pencegahan, penanggulangan dan pemulihan.

Pencegahan

Salah satu cara untuk menaggulangi kerusakan terhadap lingkungan hidup adalah dengan melakukan pencegahan terlebih dahulu namun pada kenyataannya baik pemerintah maupun masyarakat tidak berpegang teguh pada aturan yang telah dibuat. Hal ini berakibat fatal karena dengan gagalnya melakukan pencegahan terhadap kerusakan lingkungan akan mengakibatkan masalah-masalah yang mengancam kelangsungan lingkungan itu sendiri.

Kerusakan lingkungan merupakan salah satu masalah sosial yang menjadi tanggung jawab kita bersama. Sebagai manusia yang diberikan akal dan pikiran yang sehat sudah selayaknya kita menjadi bagian dari upaya untuk menjaga kelestarian serta memperpanjang kelangsungan umur lingkungan hidup.

Kerusakan lingkungan memberikan dampak negatif terhadap kehidupan manusia. Oleh karena itu, diperlukan cara - cara mengatasi kerusakan lingkungan seperti melakukan reboisasi atau penghijauan di lahan yang telah rusak, Melarang pembabatan hutan secara sewenang-wenang ,mencegah penebangan liar dan menerapkan sistem tebang pilih, Mengolah limbah terlebih dahulu sebelum dibuang kelingkungan.

Untuk melakukan penguatan terhadap instrument pencegahan terhadap pencemaran dan pengrusakan lingkungan hidup pemerintah wajib melakukan upaya yang meliputi instrumen kajian lingkungan hidup strategis, kajian ini harus dilakukan pemerintah daerah sebelum memberikan izin pengelolaan lahan maupun hutan, tata ruang, kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, amdal, upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup, perizinan, instrument ekonomi lingkungan hidup, peraturan perundang-undangan berbasis lingkungan hidup, anggaran berbasis lingkungan hidup, analisis risiko lingkungan hidup, dan instrumen lain yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Penanggulangan

Setiap orang yang melakukan pencemaran dan pengrusakan lingkungan hidup wajib melakukan penanggulangan terhadap dampak yang ditimbulkan oleh ulah yang dapat merugikan masyarakat banyak. Usaha-usaha yang dapat dilakukan dalam upaya melakukan penanggulangan terhadap kerusakan lingkungan adalah dengan pemberian informasi peringatan, pengisolasian dan penghentian sumber  pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup kepada masyarakat.

Apabila kerugian terhadap lingkungan hidup adalah kerugian yang timbul akibat pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup yang bukan merupakan hak milik privat misalnya pencemaran terhadap tanah, udara dan air akibat pembuangan limbah industri yang tidak ramah lingkungan. Maka guna menjamin tidak akan terjadi atau terulangnya dampak negatif terhadap lingkungan hidup diperlukan suatu sanksi maupun ganjaran terhadap suatu usaha ataupun kegiatan yang merusak lingkungan.

Pemulihan

Pemulihan terhadap lingkungan hidup dapat dilakukan dilakukan dengan tahapan penghentian sumber pencemaran dan pembersihan unsur pencemar seperti remediasi, rehabilitasi, restorasi. Yang dimaksud dengan ”remediasi” adalah upaya pemulihan pencemaran lingkungan hidup untuk emperbaiki mutu lingkungan hidup. Yang dimaksud dengan ”rehabilitasi” adalah upaya pemulihan untuk mengembalikan nilai, fungsi, dan manfaat lingkungan hidup termasuk upaya pencegahan kerusakan lahan, memberikan perlindungan, dan memperbaiki ekosistem. Yang dimaksud dengan ”restorasi” adalah upaya pemulihan untuk menjadikan lingkungan hidup atau bagian-bagiannya berfungsi kembali sebagaimana semula.

Semoga dengan momentum hari lingkungan sedunia dapat menjadikan kita untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan mampu meminimalisir terhadap pencemaran dan kerusakan fungsi lingkungan hidup sehingga bumi ini tetap terjaga kelestariannya untuk kelangsungan kehidupan mendatang.
Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...