Unduh Aplikasi

Realisasi Investasi di Aceh Meningkat

Realisasi Investasi di Aceh Meningkat
Ilustrasi. Foto: Net

LHOKSEUMAWE – Realisasi Investasi di Provinsi Aceh Triwulan II tahun 2019 meningkat. Untuk tingkat nasional Aceh di posisi 15 dibandingkan sebelumnya berada ditrending 16.

Biro Ekonomi Aceh yang juga Mantan Kasi Pengawasan Penanaman Modal, Junaidi saat dihubungi AJNN mengatakan, dari data yang dihimpun olehnya, di Triwulan II reting investasi di Provinsi Aceh meningkat . Hal itu disampaikan berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) di Aceh dan seluruh Indonesia.

“Di Triwulan II ini terdapat 138 perusahaan yang melakukan investasi di Aceh dengan jumlah investasi tambahan sebesar Ro 456 miliar, sehingga Total investasi menjadi sebesar Rp 4,1 triliun, hal ini berdampak pada meningkatnya serapan Jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebanyak 2.321 laki-laki dan 438 perempuan, serta Tenaga Kerja Asing (TKA) sebanyak 37 orang,” katanya berdasarkan data Daftar Realisasi Investasi PMDN Triwulan II Tahun 2019 kepada AJNN, Senin (7/10).

Berbicara tentang Aceh, menurutnya sangat banyak investasi yang tidak tercatat pertumbuhannya. Misalkan investasi yang bersifat tradisional seperti kegiatan yang dihasilkan oleh masyarakat melakukan jual beli hasil bumi berupa komoditi sehingga kemudian dikirimkan keluar daerah, khususnya Medan, Sumatera Utara.

Mereka melakukan kontak langsung dengan pengusaha yang melakukan invest namun tidak tercatat. Dan disini yang harus diketahui investasi di Aceh tidak bisa dilihat dari data real yang tertulis saja, karena ada beberapa investasi yang tidak dijangkau.

“Sebenarnya ril nilai investasi itu tidak menjadi pedoman, karena setiap perusahaan yang datang ke Aceh dan kemudian melakukan investasi baik itu transaksi jual serta yang diivestasikan, hanya itu saja yang kami catat,” ungkapnya.

Sementara yang menjadi kendala untuk melakukan investasi di Aceh selama ini hanya saja dari kondisi dilapangan. Misalkan seperti saat melakukan implimentasi dan saat presentasi saja. Kalau untuk segi perizinan sendiri, sejauh ini sudah bisa dilakukan secara online, dan itu akan sangat memudahkan investor mengurus izin ketika ingin melakukan investasi di Provinsi Aceh.

“Kalau selama ini belum ada kendala yang fatal dalam realisasi innvestasi di Aceh, namun selama investor masih mengikuti alur secara benar saat menginvestasi maka akan dibantu. Akan tetapi, disini pihak perizinan sendiri tidak akan sembarangan juga mengeluarkan izin kepada investor yang ingin berinvestasi,” jelasnya.

Sementara dalam hal ini, dirinya sendiri berharap, supaya masyarakat juga ikut dilibatkan dalam hal berinvestasi, misalkan sebagai stakeholder terutama di bidang pengelolaan Sumber Daya Alam yang dihasilkan oleh masyarakat itu sendiri. Sehingga, komoditi yang dihasilkan oleh masyarakat, dimana efeknya nanti juga ikut dirasakan langsung oleh mereka yang bekerja.

“Disini masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pekerja, akan tetapi ketika ada investor yang masuk bisa langsung mengumpulkan hasil alam  atau komoditi dari masyarakat,” ungkapnya.

Komentar

Loading...