Unduh Aplikasi

Razia Warung Kopi di Meulaboh, Barista Diminta Pakai Masker

Razia Warung Kopi di Meulaboh, Barista Diminta Pakai Masker
Petugas merazia sejumlah warung kopi dan cafe di Aceh Barat. Foto: AJNN/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Forum Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Johan Pahlawan melakukan penertiban di warung kopi atau cafe yang belum menerapkan physical distancing.

Penertiban dilakukan dengan cara mengatur kursi dan meja tempat duduk para pengunjung agar tidak terlalu rapat, serta memindahkan kursi yang dianggap lebih dan bisa membuat kerumunan orang disatu meja. Warung kopi yang menyediakan empat kursi atau lebih pada satu meja dipindahkan oleh petugas.

Kepala Puskesmas Kecamatan Johan Pahlawan, Syarifah Nur, mengatakan penertiban di warung kopi maupun cafe serta rumah makan guna mencegah penyebaran Coronavirus Disease (Covid 19).

"Physical distancing atau pembatasan jarak ini sengaja kami lakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19 yang saat ini sedang mewabah," kata Syarifah Nur, kepada wartawan, Selasa (14/4).

Dikatakannya, mulai saat ini setiap warung kopi hanya dibenarkan dua kursi dengan jarak duduk minimal 1,5 meter. Jika warung atau cafe memiliki meja lebarnya sesuai, dapat disusun dua kursi berhadap hadapan.

Akan tetapi, kata Syarifah, jika meja ukuran kecil tidak dilapis dua maka pola berbentuk silang antara sudut meja, sehingga jarak duduk sesuai dengan protokol yang telah ditentukan.

"Selain itu kami juga mewajibkan para barista dan pelayan memakai masker saat menyajikan makanan dan minuman kepada pengung," sebutnya.

Bukan hanya itu, kata dia, pemilik cafe atau warung kopi juga diwajibkan menyediakan washtafel lengkap dengan sabun cuci tangan di depan pintu masuk, dan mewajibkan pelanggan mematuhi aturan mencuci tangan sebelum masuk.

Meski mulai melakukan penertiban, namun pihaknya belum menerapkan sanksi bagi pemilik yang membandel dengan imbauan yang telah disampaikan tersebut.

"Untuk sanksi hingga saat ini sedang dibahas, jadi kami belum bisa putuskan sanksinya seperti apa nantinya," sebut dia.

Dari pantauan AJNN penertiban tersebut dilakukan tim gabungan yang terdiri dari pihak kecamatan, puskesmas, TNI/Polri dan Polisi Militer serta Satuan Polisi Pamong Praja.

Komentar

Loading...