Unduh Aplikasi

Razia Penjual Makanan di Siang Hari, WH Aceh Barat Amankan Tujuh Nasi Bungkus

Razia Penjual Makanan di Siang Hari, WH Aceh Barat Amankan Tujuh Nasi Bungkus
Foto Petugas menunjukkan nasi bungkus yang diamankan. Foto: AJNN/Darmansyah

ACEH BARAT - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh Barat, dibantu TNI dan Polri mengamankan sejumlah nasi bungkus nasi dalam razia gabungan yang dilakukan pada Selasa (12/5). 

Kepala Bidang WH, Aharis Mabrur, mengatakan petugas mengamankan tujuh nasi bungkus di dua lokasi yakni di Jalan Geurute dan di salah satu loket kompleks terminal Bus Meulaboh yang berada di Jalan Singgah Mata.

Haris menjelaskan, saat razia di kompleks terminal, pengelola loket tersebut mengaku tidak tahu menahu tentang adanya bungkusan nasi didalam laci meja loket, lantaran dia mengaku tidur.

Namun anehnya, kata dia, saat petugas menggali lebih lanjut terhadap keberadaan nasi bungkus dilaci loket itu, pengelola loket sempat bersitegang dengan petugas gabungan.

“Namun anehnya saat kita tanya lebih lanjut bagaimana dia tidak tahu tentang keberadaan nasi dilaci itu, padahal ia mengaku pengelola loket itu, dia tidak senang dan sempat terjadi cekcok dengan kami tapi kami tidak peduli dan langsung meninggalkannya,” kata Kabid WH, Aharis Mabrur.

Berbeda dengan di salah satu loket di kompleks terminal, kata dia, saat petugas mengamankan sejumlah nasi bungkus di salah satu kedai kelontong, Jalan Geurutee, Desa Kuta Padang, Kecamatan Johan Pahlawan, pemilik langsung mengakui memiliki nasi terbut dan untuk dijual.

Menurut Haris, kegiatan razia penjual makanan dilakukan disiang hari sebagai bentuk penegakan Syarait Islam, sesuai dengan pasal 10 dan 11 Qanun Nomor 11 Tahun 2002 Tentang Pelaksanaan Syariat Islam, Bidang Aqidah, dan Ibadah

“Dimana dalam pasal tersebut disebutkan setiap orang muslim wajib berpuasa kecuali yang memiliki atau mempunyai Uzur Syar’i tidak berpuasa di siang hari.Kemudian di pasal selanjutnya menyebutkan setiap orang dilarang menyediakan fasilitas atau peluang kepada orang muslim yang tidak mempunyai izin Syar’i untuk tidak berpuasa,” kata Haris.

Karena itu pula, kata dia, WH Kabupaten setempat melakukan penegakan sesuai dengan ketentuan pasal tersebut. Meski mengamankan tujuh bungkus nasi, kata dia, namun pihaknya tidak mengamankan penjualnya dan hanya diberikan pembinaan, akan tetapi kata dia jika mereka masih mengulangi akan terancam cambuk sebanyak dua kali.

Disebutkannya, untuk salah satu loket yang ditemukan adanya penjualan nasi tersebut kemungkinan akan disanksi pencabutan izin apalagi loket tersebut merupakan milik pemerintah daerah yang disewakan.

“Untuk penjualnya tidak kita tahan, tapi hanya kita berikan pembinaan terlebih dahulu. Dan kalau masih mengulangi bisa berancam cambuk sebanyak dua kali. Khusus dilokasi loket yang sempat kita amankan dua bungkus nasi itu kita sudah koordinasi dengan pimpinan, bisa saja izinnya nanti dicabut kalau mengulangi,” sebutnya.

Komentar

Loading...