Unduh Aplikasi

Razia di Rutan Takengon, Petugas Temukan HP dan Senjata Tajam

Razia di Rutan Takengon, Petugas Temukan HP dan Senjata Tajam
Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Takengon, Aceh Tengah. Foto: AJNN/Razikin Akbar.

ACEH TENGAH - Petugas Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Takengon, Aceh Tengah menemukan sejumlah senjata tajam dan alat komunikasi (Handphone) didalam ruangan sel tahanan saat melakukan razia rutin pada, Rabu (17/2/2021) kemarin.

Kepala Keamanan Rutan Takengon, Fadil kepada AJNN mengatakan senjata tajam yang ditemukan oleh petugas rutan berupa bungkus odol yang diruncingkan, sendok yang telah diasah.

"Terkait senjata tajam, sudah beberapa kali kita razia. Namun selalu kita ingatkan agar barang-barang tersebut untuk dimasukan kedalam tempat yang kita sediakan sebelum masuk kembali kedalam ruang tahanan," ujar Fadil, Kamis (18/2) di ruang kerjanya.

Saat AJNN menanyakan bagaimana bisa barang-barang tersebut berada didalam ruang tahanan, Fadil mengatakan bahwa barang-barang tersebut diduga masuk sebelum masa pandemi.

"Untuk barang-barang yang beredar itu adalah barang-barang yang masuknya sebelum pandemi, saat itu dibolehkan para tamu bisa kontak fisik dengan para tahanan," ungkap Fadil

Kemudian Fadil menambahkan bahwa setelah pandemi, para tamu dibatasi untuk melakukan kontak fisik dengan para tahanan.

"Sejak masa pandemi para tamu sudah dibatasi masuk, kecuali barang-barang yang dititipkan. Walaupun barangnya sejumlah satu goni, barang tersebut akan tetap diperiksa," tambah Fadil

Namun Fadil mengatakan terkait tahanan dan tamu wanita, kadang-kadang pihak rutan mewalahan karena petugas Rutan yang wanita ada yang hamil bersamaan. Kondisi ini menyebabkan mereka tidak masuk, maka pemeriksaan untuk tahanan dan tamu wanita kadang-kadang kurang maksimal.

"Mohon maaf kadang-kadang ada petugas kita yang wanita berjumlah enam orang bisa hamil bersamaan, akibatnya terkadang mereka tidak masuk. Maka yang lolos dari pantauan sering dari yang perempuan, ada yang ibu-ibu, anak-anak," ujar Fadil

Fadil juga mengakui masih ada kelemahan dan kekurangan mereka didalam rutan kelas II B Takengon tersebut.

"Untuk disini, mungkin masih ada kelemahan dan kekurangan kita, akan tetapi untuk Narkoba kami pastikan zero," ujar Fadil

Fadil juga menjelaskan bahwa jika mengacu pada perintah DirjenPas, kegiatan pemeriksaan/penggeledahan ruang tahanan wajib dilakukan dalam satu minggu sampai beberapa kali.

"Jika mengacu pada perintah dari DirjenPas, kegiatan penggeledahan ruang tahanan itu wajib dilakukan tiga sampai empat kali dalam satu minggu untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban" ujar Fadil.

Sementara itu Kepala Rutan Kelas IIB Takengon, Husni mengatakan bahwa senjata tajam yang ditemukan itu merupakan alat-alat hasil kerajinan yang mestinya harus dimasukan kedalam suatu wadah tempat penyimpanan barang-barang tersebut, akan tetapi kemungkinan ada yang luput dari pengawasan dan dibawa kedalam.

Lalu terkait telepon seluler yang ditemukan, menurut Husni telepon tersebut bisa saja berasal dari para tahanan yang dulunya sudah dibebaskan.

"Kalau HP itu dulu mungkin ada yang sudah dibebasin, namun teleponnya mungkin tertinggal di dalam. Namun apabila ada yang kedapatan, akan langsung kita amankan, dan kita musnahkan," pungkas Husni.

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...