Unduh Aplikasi

Ratusan Massa di Aceh Barat Gelar Aksi Peduli Rohingya

Ratusan Massa di Aceh Barat Gelar Aksi Peduli Rohingya
Aksi Solidaritas Rohingya di ACeh Barat

ACEH BARAT - Ratusan massa yang terdiri dari organisasi mahasiswa, pemuda dan organisasi slam yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Aceh Peduli Rohingya (GEMPaR) melakukan aksi simpati peduli muslim Rohingya yang saat ini dilaporkan mengalami penindasan oleh masyarakat dan militer Myanmar, Kamis (7/9) sore sekira pukul 15.00 WIB.

Dalam aksi simpati yang dilakukan di Bundara Simpang Pelor Meulaboh atau tepat di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat itu, massa mendesak agar Pemerintah Republik Indonesia mengambil sikap tegas atas aksi brutal yang dilakukan masyarakat dan militer Myanmar itu.

Massa juga menuntut Pemerintah Myanmar agar tidak melakukan diskriminasi terhadap muslim Rohingya yang menetap di Negara bagian Rakhine itu.

Juru Bicara GEMPaR, Aidil Firmansyah, mengatakan aksi damai tersebut merupakan rasa simpati atas apa yang melanda muslim Rohingya.

"Saat ini mereka (muslim Rohingya) diusir dari negara mereka sendiri dan informasinya ada ribuan yang menjadi korban pembantaian, bahkan ada sekitar 142 ribu mengungsi," kata Aidil.

Dalam aksi itu, mereka mengutuk aksi brutal yang dilakukan negara tersebut terhadap rakyatnya sendiri sehingga menghilangkan banyak nyawa yang sejatinya harus dilindungi dan diperlakukan sama terhadap hak-hak mereka.

Dirinya juga mendesak agar negara internasional di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa segera mengambil tindakan tegas dengan melakukan embargo serta menangkap pelaku kejahatan di negara itu dan diseret kepengadilan HAM Internasional.

"Kita juga meminta agar nobel perdamaian yang diterima oleh Pemimpin De Facto Myanmar Aung San Suu Kyi dicabut," ungkapnya.

Dirinya menegaskan aksi yang dilakukan tersebut merupakan aksi damai tanpa ada sedikitpun menyinggung perbedaan agama mapun etnis. Aksi damai yang dilakukn itu, kata dia, juga bagian untuk menunjukkan di mata Internasional jika bangsa Indonesia cinta damai dan mengohormati setiap suku bangsa dan agama masyarakat di Indonesia khususnya Aceh.

Pantauan AJNN, aksi yang berakhir pukul 16.00 WIB itu diikuti Mahasiswa UTU, STAIN Teungku Dirundeng, Organisasi Mahasiswa SOMBEP, SMUR, FPI, CATUR dan Organisasi lainnya. Dalam aksi itu juga dilakukan aksi treatikal oleh komunitas CATUR, yang mempertontonkan aksi kekerasan masyarakat Myanmar dan militer Myanmar.

Komentar

Loading...