Unduh Aplikasi

Ratusan Kabur, Imigran Rohingya di BLK Lhokseumawe Tersisa 96 Orang

Ratusan Kabur, Imigran Rohingya di BLK Lhokseumawe Tersisa 96 Orang
295 Rohingnya yang terdampar di Lhokseumawe. Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE – Ratusan Imigran asal Myanmar etnis Rohingya yang ditampung di Balai Latihan Kerja (BLK) Meunasah Mee, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe tersisa 96 orang dari total 396 orang. Sementara lainnya diduga melarikan diri.

Untuk diketahui, jumlah total etnis Rohingya yang ditampung di BLK Lhokseumawe, gelombang pertama sebanyak 99 jiwa, gelombang ke dua 297 jiwa, total semuanya 396 jiwa.

Baca: Kata UNHCR Soal Kaburnya 20 Imigran Rohingya dan Satu TPPO

Kepala Dinas Sosial Kota Lhokseumawe, Ridwan Jalil mengatakan, usai serahterima kepada UNHCR jumlah pengungsi etnis Rohingya terus berkurang di BLK Lhokseumawe.

“Kita meminta UNHCR terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait kondisi saat ini, selain itu juga agar memberikan edukasi kepada petugas keamanan di BLK guna menghindari hal yang tak diinginkan,” kata mantan Ketua Satgas Penanganan Rohingya itu.

Sementara itu, Associate External Relations/ Public Information Officer UNHCR Indonesia, Mitra Suryono kepada AJNN mengatakan, pihaknya terus menerus meningkatkan kesadaran para pengungsi akan bahaya dan resiko dari aktivitas penyelundupan dan perdagangan manusia.

"Hal ini kami lakukan secara rutin melalui berbagai sesi Fokus Group Discussion (FGD) dan konseling yang kami berikan bagi para pengungsi," kata Mitra saat dihubungi AJNN melalui pesan WatsApp, Rabu (13/1).

“Selain itu, kami juga memiliki team penjaga yang menangani  keamanan di lokasi tinggal para pengungsi,” ujarnya.

Sambung Mitra, penting untuk diingat, bahwa pengungsi adalah orang – orang yang meninggalkan negara asalnya untuk menghindari penganiayaan. Bahwa orang – orang rentan seperti mereka yang terdiri dari anak - anak, wanita dan pria, tetap berani menempuh perjalanan yang berkelanjutan, menunjukkan betapa putus asa-nya pengungsi Rohingya.

“Pengungsi Rohingya adalah etnis minoritas yang paling teraniaya di seluruh dunia, dan karenanya banyak diantara mereka yang akan selalu berupaya untuk mencari masa depan yang lebih baik bagi dirinya dan keluarga mereka,” imbuhnya.

Komentar

Loading...