Unduh Aplikasi

Ratusan Desa di Nagan Raya Masih Berperilaku BAB Sembarangan

Ratusan Desa di Nagan Raya Masih Berperilaku BAB Sembarangan
Ilustrasi. Foto: Net

NAGAN RAYA - Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya mengungkapkan kalau ratusan warga di desa kabupaten setempat masih berprilaku Open Defacation Free (ODF) atau bisa disebut dengan istilah buang air besar (BAB) sembarangan.

Hal itu berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan oleh dinas kesehatan setempat hingga tahun 2019 lalu. Adapun jumlah desa yang warganya masih BAB sembarangan tersebut yakni 204 desa dari 222 desa di Nagan Raya.

Sekretaris Dinkes Kabupaten Nagan Raya, Rafik Karim, menyebutkan prilaku buruk berupa BAB sembarangan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya kesadaran masyarakat yang masih rendah akan bahayanya BAB sembarangan.

“Kalau dibilang miskin sehingga tidak punya jamban di rumah tidak juga, karena ada juga temuan kami mereka (warga) memiliki rumah yang bagus, bahkan ada yang punya mobil tidak punya jamban,” kata Rafik Karim kepada AJNN, Senin (24/2).

Ditambahakannya, selain dari itu masih ada juga sebagian warga yang memiliki jamban, namun tidak memiliki safety tank atau bak penyimpanan aman untuk kotoran manusia tersebut, sehingga pipa dari jamban langsung dialiri ke drainase atau juga sungai kecil yang melintas di pemukiman warga.

Ia menjelaskan, prilaku BAB sembarangan yang selama ini dilakukan warga seperti di sungai kecil, semak-semak maupun kawasan perkebunan seperti di Kecamatan Darul Makmur.

Dari data sementara, desa yang telah terbebas dari ODF berjumlah 18 desa dan jumlah ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Adapun Desa yang telah terbebas dari ODF tersebut, yakni Gunong Nagan, Kecamatan Beutong, Alue Geutah, Simpang Deli, Kilang, Desa Kuala, Kecamatan Darul Makmur. Untuk Kecamatan Kuala Pesisir yakni Desa Arongan, Cot Rambong, Gampong Lhok, Kuala Trang, Kuala Tuha, dan Kubang Gajah.

Kecamatan Seunagan yaitu Desa Krueng Ceh, untuk Kecamatan Tadu Raya, yakni Desa Batu Raja, Rantau Selamat, Simpang Jaya dan Sumber Daya. Untuk Kecamatan Suka Makmue meliputi Desa Alue Gajah dan Desa Peusaja.

“Selanjutnya ada empat desa yang saat ini sedang kami upayakan menjadi desa bebas ODF yakni Desa Desa Suka Jadi dan Suka Mulia, Kecamatan Darul Makmur. Untuk Kecamatan Kuala, yakni Desa Ujong Padang dan untuk Kecamatan Suka Makmue yakni Desa Kuta Baro," ungkapnya.

Hingga saat ini, guna menjadikan desa-desa di kabupaten terkenal dengan batu Giok itu terbebas dari ODF, pihaknya terus melakukan sosialisasi, dan juga menggandeng pemerintah desa yang belum tersebas dari ODF tersebut.

Salah satu kegiatan yang diharapkan dari pemerintah desa kedepan, bagi masyarakat yang belum memiliki jamban dan masuk dalam kategori kurang mampu dapat dibangun jamban sehat di rumah masyarakat.

"Bahaya dari BAB sembarangan selama ini dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti scabies maupun ecoli. Saya mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan sehat dan tidak tercemar oleh kotoran manusia akibat dari BAB sembarangan," kata Rafik Karim.

Komentar

Loading...