Unduh Aplikasi

Ratapan Ibu Tiga Anak di Aceh Utara, Banting Tulang Demi Sesuap Nasi

Ratapan Ibu Tiga Anak di Aceh Utara, Banting Tulang Demi Sesuap Nasi
Mardewi bersama anak-anaknya. Foto: AJNN/Sarina

ACEH UTARA - “Lakoe lon ka meuninggai, untuk udep kadang geu bantu leu tetangga dan kakak,” (suami saya sudah meninggal, untuk hidup dibantu tetangga dan kakak). Begitulah diucapkan Mardewi, seorang ibu asal Gampong Serba Jaman Baru, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, harus berjuang menjadi tulang punggung keluarga untuk menghidupkan tiga orang anaknya.

Wanita berusia 34 tahun itu, ditinggal suaminya semenjak 18 hari lalu, tepatnya, di hari ke dua puasa, almarhum meninggal dunia karena sakit dan mengeluarkan darah dari mulutnya.

Di rumah berdinding kayu dan tepah bambu, serta beratapkan daun rumbia, serta berlantaikan semen juga hanya memiliki satu kamar, menjadi istana berlindung bersama tiga anaknya disaat hujan mengguyur, angin melanda dan menyengatnya matahari.

Bahkan, rumah mungil itu, dibuat dari dana swadaya masyarakat, bahkan keuchik dan sebagiannya juga menggunakan dananya sendiri. Meskipun air hujan tetap masuk ketika angin kencang, namun dirinya tetap bersyukur karena sudah memiliki tempat tinggal.

“Awalnya saya tinggal di Matang Kuli, di rumah sewa, kemudian di tahun 2019 saya pindah kemari bersama suami, namun saat ini ayah dari anak-anak sudah tidak ada,” kata Mardewi saat disambangi AJNN kerumahnya, Selasa (12/5) malam.

Dengan menggunakan baju dan jelbab kurung berwarna hijau lumut, Mardewi kembali menyebutkan, kalau saat ini dirinya hanya bertahan hidup bersama tiga anaknya dari belas kasih tetangga dan kakak kandungnya.

“Anak bungsu masih kecil, bahkan belum berusia dua tahun, sementara abangnya baru kelas dua Sekolah Dasar, sementara anak pertama (perempuan) lagi di Banda Aceh,” ujarnya.

Anak yang masih kecil itu, menjadi kendala untuk dia bekerja upahan secara lepas, karena tidak ada yang merawatnya jika ditinggali. Namun, kadang-kadang dirinya tetap bekerja upat Top Teupong (Tumbuk beras jadi tepung) agar anak-anaknya bisa makan dan memiliki jajan.

Meunyoe top teupong kadang-kadang na peng meu 50 ribe si uroe, kalau dibilang cukup mau tidak mau harus cukup, karena tidak tiap hari,” tuturnya sambil menggendong anaknya yang masi kecil.

Kondisi rumah Mardewi di Aceh Utara. Foto: AJNN/Sarina

Tidak besar harapan ibu dari tiga anak itu, jika pun ada perhatian dari dermawan atau Pemerintah Daerah, dirinya hanya menginginkan rumah yang layak untuk ditinggali bersama anak-anaknya tersebut.

“Saya tidak punya tanah sendiri, kalau ada bantuan rumah saja saya sangat bersyukur,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto melalui Kapolsek Tanah Luas Ipda Yose Rizaldi mengatakan, tempat yang dihuni oleh ibu dari tiga orang anak itu memang tidak layak. Dirinya sangat berharap, agar ada kebersamaan untuk saling membantu supaya bisa teratasi dengan kondisi penderitaan wanita tersebut rasakan.

“Pesan dari saya, semoga dari kalangan yang lain bisa meluluhkan hatinya dan ikhlas dan memberi bantuan kepada Mardewi, karena memang patut untuk dibantu,” katanya seusai melaksanakan buka puasa bersama dengan anak yatim, kaum dhuafa dan insan pers.

Keuchik Gampong Serba Jaman Baru, Muhammad Yasin mengatakan, selama ini pihaknya sudah berupaya agar Mardewi mendapatkan bantuan, bahkan dari perangkat desa juga sudah mengusulkan agar ibu dari tiga anak tersebut mendapatkan bantuan.

“Kalau untuk kami bangun menggunakan dana desa bisa saja, namun kami ada aturan, karena harus dilakukan bergiliran, dan saat ini masih ada empat rumah yang belum dibangun,” kata Keuchik.

Menurut Keuchik, setelah empat rumah itu selesai dibangun, maka akan digilirkan ke rumah Mardewi tahap selanjutnya. Keuchik menyebutkan, dalam setahun pihaknya membangun dua unit rumah saja.

Komentar

Loading...