Unduh Aplikasi

Rapor Buruk Aparatur Negara

Rapor Buruk Aparatur Negara
Ilustrasi

OMBUDSMAN RI Perwakilan Aceh mengeluarkan catatan pelaporan sepanjang 2016. Selain menyebutkan angka pelaporan yang meningkat, yakni 240 dari 198 laporan sebelumnya, laporan yang diterima oleh lembaga itu juga semakin variatif.

Di satu sisi, kita tentu harus mensyukuri hal ini. Ini menandakan bahwa masyarakat semakin paham dan terbiasa dengan demokrasi yang saat ini dibangun dan terus disempurnakan. Masyarakat, dari hari ke hari, semakin memahami bahwa negara ini memiliki mekanisme untuk menyelesaikan urusan dan sengketa sesuai aturan hukum yang berlaku.

Di sisi lain, hal ini juga menimbulkan keprihatinan yang mendalam. Karena dalam penyelesaiannya, Ombusman kelabakan. Mereka kekurangan personil untuk menyelesaikan aduan-aduan yang disampaikan oleh masyarakat tersebut. Bahkan dari 240 kasus, hanya setengah yang dapat diselesaikan.

Kabar buruk lainnya adalah tentang alamat aduan. Pengaduan tahun ini didominasi oleh buruknya kinerja aparatur negara. Pelayanan kepegawaian saat ini dinilai buruk dan ini terjadi di hampir seluruh daerah di Aceh.

Di tengah upaya untuk memperbaiki sistem, pelayanan publik oleh aparatur negara terus menunjukkan tanda-tanda ketidakpuasan dari masyarakat. Hal ini menunjukkan sistem yang ada saat ini tidak berjalan dengan baik. Di tengah berkembangnya teknologi, sarana dan prasarana, pegawai negeri tidak kunjung membenahi dan menyempurnakan pelayanan kepada masyarakat.

Hal ini perlu dikaji lebih dalam. Terutama terkait dengan jumlah pegawai negeri dan kemampuan mereka dalam memberikan pelayanan. Tanpa evaluasi mendalam, dan upaya untuk memperbaiki sistem kepegawaian yang ada, sulit rasanya melihat angka pengaduan terhadap kinerja aparatur ini berkurang.

Dan akan lebih membahayakan lagi jika hal ini terus dibiarkan. Ibarat kanker, buruknya kinerja pelayanan ini akan berdampak pada kerusakan sistem pemerintahan, menurunnya kepercayaan publik dan sikap apatisme masyarakat.

Mengevaluasi kinerja aparatur pemerintahan ini memang bukan urusan mudah. Namun membiarkan hal ini terus terjadi, jelas bukan pilihan cerdas.

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...