Unduh Aplikasi

RAPBK Langsa Dinilai Tak Berpihak pada Pemberdayaan Ekonomi

RAPBK Langsa Dinilai Tak Berpihak pada Pemberdayaan Ekonomi

LANGSA - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (RAPBK) Langsa tahun 2017 dinilai tidak berpihak pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Langsa Syahrial Salim mengatakan hal itu berdasarkan uraian RAPBK Langsa tahun 2017 yangdisampaikan Plt Wali Kota Langsa. Malah kalau diteliti, RAPBK Langsa tahun 2017 yang diajukan justru hanya menguntungkan sekelompok tertentu saja.

"Fakta ini bisa dilihat dari alokasi anggaran untuk pengadaan barang dan jasa sebesar Rp 144.412.377.717 dan untuk belanja modal sebesar Rp 322.708.114.223. Sedangkan untuk belanja bantuan sosial hanya sebesar Rp 2.500.000.000," imbuh Syahrial.

Kata dia, total RAPBA Kota Langsa mencapai Rp 1.043.932.022.270,

Syahrial Salim menuturkan, dalam penyusunan RAPBK Langsa tahun 2017 harusnya pihak eksekutif berpedoman pada Kebijakan Umum Anggaran (KUA), agar seluruh angaran dapat terserap dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Kalau dalam penyusunan anggaran pihak eksekutif tidak melihat kepentingan kesejahteraan rakyat, maka ini tidak dapat kita biarkan. Kita tidak ingin APBK Langsa hanya dinikmati oleh sekelompok orang tertentu saja," cetus Syahrial.

Seharusnya kata Syahrial, dalam peyusunan RAPBK Langsa eksekutif harus benar-benar menyerap aspirasi dan kepentingan masyarakat secara menyeluruh. Jangan sampai RAPBK Langsa yang nanti akan disahkan tidak memberikan manfaat kepada pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Apalagi selama ini ekonomi masyarakat Kota Langsa masih dalam kondisi yang memperihatinkan.

Untuk itu Syahrial Salim berharap kepada Pemerintah Kota Langsa agar dalam penyusunan RAPBK Langsa tahun 2017 supaya benar-benar berpihak pada pemberdayaan ekonomi rakyat.

Artinya angaran untuk pemberdayaan ekonomi rakyat harus diperbesar sehingga benar-benar bermanfaat dan diproyeksikan dapat menurunkan angka kemiskinan yang kini sedang melilit warga Kota Langsa.

“Yang sangat kita sayangkan Pemerintah malah membengkakkan anggaran untuk pengadaan barang dan jasa serta belanja modal yang hanya dinikmati oleh sekelompok orang atau sekelompok Dinas tertentu saja. Sementara masyarakat Kota Langsa yang saat ini kondisi ekonominya masih memprihatinkan hanya menjadi penonton dan tidak merasakan manfaat sama sekali," ungkapnya.

Komentar

Loading...