Unduh Aplikasi

Rangga Meninggal Karena Bela Kehormatan Ibunya, Ini Kata Ustadz Abdul Somad

Rangga Meninggal Karena Bela Kehormatan Ibunya, Ini Kata Ustadz Abdul Somad
Cuplikan postingan Ustadz Abdul Somad yang diunggah di akun instagramnya. Foto: Asrul/AJNN

LANGSA - Ustadz Abdul Somad angkat bicara terkait Rangga (9) warga Gampong Alue Gadeng, Kecamatan Birem Bayuen, Aceh Timur, yang meninggal karena membela kehormatan ibunya DN.

Melalui akun instgram ustadzabdulsomad_official mengatakan, "Siapa yang terbunuh karena membela keluarganya, maka ia mati syahid," (HR. at-Tirmizdi), tulisnya.

Dalam status yang diposting Jum'at (16/10), Ustadz Abdul Somad menilai langkah yang dilakukan oleh Rangga membela kehormatan ibunya, Rangga telah mengajarkan kepada anak bangsa tentang arti menjaga kehormatan, mesti dibayar dengan nyawa.

"Engkau hadap Allah tanpa dosa, karena belum aqil baligh. Engkau mulia dengan derajat syhaid. Syahid berarti disaksikan, karena seluruh malaikat menyambut ruhmu," tulis Ustadz kondang itu.

"Syahid berarti menyaksikan, karena engkau telah menyaksikan tempatmu di surga sebelum kematian tiba. Engkau merasakan sakaratul maut hanya seperti cubitan lembut pada kulit yang halus," tambahnya.

Baca: Cara Samsul Membunuh Angga dan Memperkosa Ibunya

Ustad Abdul Somad juga menulis, engkau terbebas dari azab kubur dan hisab. Ruhmu berada di paruh burung-burung bewarna hijau terbang kian kemari di dalam surga.

"Bila engkau diberi Allah kuasa untuk memberi syafaat, berikanlah sebagian untuk hamba Allah yang hina : Abdul Somad," tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rangga, seorang pelajar yang masih berusia 9 tahun, meninggal dunia setelah dibacok oleh Samsul (36), pelaku pemerkosa ibunya, Sabtu 10 Oktober 2020.

Rangga dibacok saat berupaya membela ibunya agar tidak diperkosa oleh Samsul, aksi pembacokan tersebut terjadi di rumah korban. 

Komentar

Loading...