Unduh Aplikasi

Ramung Institute Minta Plt Gubernur Copot Kepala Dinas Peternakan Aceh

Ramung Institute Minta Plt Gubernur Copot Kepala Dinas Peternakan Aceh
Waladan Yoga, Direktur Eksekutif Ramung Institute. Foto: Ist

BANDA ACEH - Direktur Eksekutif Ramung Institute, Waladan Yoga meminta Plt Gubernur Aceh mencopot Kepala Dinas Peternakan Aceh dari jabatannya ditengah mencuatnya kasus sapi di Saree Aceh Besar.

"Sudah saatnya Bapak Plt. Gubernur mengevaluasi Drh Rahmandi dari jabatan sebagai kepala Dinas Peternakan Aceh, kita menilai Dinas Peternakan Aceh dibawah Drh Rahmandi minim prestasi dan tidak mampu menerjemahkan perintaah Plt Gubernur dalam menjalankan tugasnya"kata Waladan melalui rilisnya kepada AJNN, Jumat (5/6)

Selain itu, Dinas Peternakan Aceh juga dianggap tidak mendukung Nova Iriansyah sebagai Plt Gubernur Aceh dan cenderung ingin menjerumuskan Plt Gubernur Aceh.

Baca: Anggaran Pakan Belasan Miliar, Sapi di Peternakan Saree Ditemukan Mati Kelaparan

"Selain minim prestasi, Drh Rahmandi juga kita anggap tidak mendukung setiap program peternakan yang dicanangkan Plt. Gubernur, dengan begitu kesannya Dinas Peternakan ingin menjerumuskan Plt. Gubernur kepada program kegagalan" ujar Waladan Yoga.

Baca: Kadis Peternakan: Konsentrat Sapi Tak Bisa Tender karena Perubahan Spek

Drh. Ramandi pernah menjabat kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan di Aceh Tengah dan dianggap tidak berprestasi, Gubernur Aceh diminta tidak terbeban karena faktor kedaerahan.

"Sejak menjadi kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan di Aceh Tengah kita sering mengevaluasi kinerja beliau, mohon maaf prestasi beliau juga tidak begitu terlihat, rezeki beliau saat ini menjabat sebagai kepala Dinas Peternakan Aceh, tapi apa yang terjadi di Aceh Tengah dulu juga terulang saat ini dijabatan beliau sebagai Kepala Dinas Peternakan Aceh, tidak ada perbaikan. Kita minta Plt Gubernur Aceh tidak terbeban karena faktor kedaerahan untuk mencopot beliau dari jabatannya, dari pada terus menerus membebani Plt. Gubernur, lebih baik dicopot saja dan ganti dengan orang yang lebih kredibel," tutup Waladan Yoga.

Hingga berita ini diunggah AJNN belum mendapat tanggapan kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Rahmandi  atas pernyataan Direktur Eksekutif Ramung Institute tersebut.

Komentar

Loading...