Unduh Aplikasi

Ramli SE Minta Pemkab Jadikan RSUCND sebagai Rumah Sakit Rujukan PDP Corona

Ramli SE Minta Pemkab Jadikan RSUCND sebagai Rumah Sakit Rujukan PDP Corona
Wakil Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli SE. Foto: AJNN.Net/Fauzul Husni

ACEH BARAT - Wakil Ketua dua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Ramli SE meminta Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien (RSUDCND) Meulaboh siap menangangi pasien yang diduga suspect Corona Virus Diaseas atau COVID 19.

Menurut Ramli pentingnya menjadikan RSUCND sebagai rumah sakit penanganan COVID 19 mengingat jika ada pasien yang diduga terinfeksi virus mematikan tersebut tidak perlu lagi dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

“Coba bayangkan jika dibawa ke Banda Aceh lagi, berapa lama waktu yang harus ditempuh apalagi ini pasien corona merupakan pasien sekarat. Bisa membutuhkan waktu empat jam jika yang terkena warga Aceh Barat,” kata Ramli SE, kepada AJNN.

Tidak hanya bagi warga kabupaten itu, kata dia, RSUDCND Meulaboh juga harus menjadi rumah sakit rujukan penanganan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun Pasien Positif Corona bagi warga barat selatan Aceh mengingat jarak tempuh bagi warga barat selatan seperti Singkil misalnya untuk ke Banda Aceh bahkan menghabiskan waktu hingga delapan jam perjalanan.

Karena itu, kata dia, untuk menyiapkan semua itu ia sangat menginginkan langkah cepat pemerintah kabupaten setempat mengalokasikan anggaran darurat untuk pembelian peralatan kebutuhan bagi tim medis yang menangani pasien terinfeksi SARS-CoV-2 tersebut.

Dikatakannya, untuk menjadikan rumah sakit tersebut sebagai rumah sakit penangan pasien corona tidak perlu ditunjuk oleh Kementrian Kesehatan yang hanya menetapakan RSUDZA dan Rumah Sakit Umum Cut Mutia (RSUCM) Lhokseumawe.

“Tidak usah lagi menunggu ditunjuk atau ditetapkan oleh menteri, keadaan kita sekarat saat ini. Jangan sampai kita kalah cepat dalam penanganan pasien corona,” sebutnya

Komentar

Loading...