Unduh Aplikasi

Ramai-ramai Warga Langsa Jualan Anggur di Pinggir Jalan Kutacane-Medan

Ramai-ramai Warga Langsa Jualan Anggur di Pinggir Jalan Kutacane-Medan
Penjual anggur di sepanjang jalan Kutacane-Medan. Foto: AJNN/Riki Okta

ACEH TENGGARA - Pedagang anggur yang berasal dari Langsa ramai-ramai berjualan buah anggut di ruas jalan Kutacane-Medan, tepatnya di Desa Biak Muli Pante Raja hingga Desa Kute Lang-Lang, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara.

Salah satu pembeli Fikar (26), saat ditanyai AJNN (15/1) mengatakan, bahwa dirinya sangat tertarik melihat hadirnya pedagang anggur yang yang membanjir ruas jalan Kutacane - Medan tersebut.

"Saya sangat tertarik melihat pedagang anggur di sepanjang ruas jalan ini, karena ini jarang ada di Kutacane,” katanya.

Menurutnya, ini menjadi contoh bagi masyarakat, terkhusus kaula muda seperti dirinya yang ada di Aceh Tenggara, bahwa banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencari peluang bisnis.

"Ini contoh yang baik bagi masyarakat, terkhusus kaula muda di Aceh Tenggara, agar bisa melihat peluang bisnis baru,” ujarnya.

Sementara itu, pedagang anggur Deni (36), warga Langsa mengaku sudah tiga hari berjualan anggur di Aceh Tenggara. Anggur yang dijualnya itu didatangkan dari pulau Jawa.

"Saya sudah berjualan tiga hari dengan hari ini, anggur yang saya jual didatangkan dari pulau Jawa,” katanya.

Alasanya berjualan di ruas jalan Kutacane-Medan karena lokasinya sangat cocok, dimana kondisi jalan yang lurus dan lebar, sehingga sangat mudah ketika pembeli berhenti untuk membeli. 

"Saya jualan tidak sendiri, ada 12 pedagang anggur lainnya yang semuanya berasal dari Langsa, kondisi jalan yang sangat cocok untuk kami berjualan, tidak menggangu aktivitas lalu lintas" katanya.

Deni juga menyebutkan harga yang dipatok untuk buah anggur yang dijualnya standar dan tidak mahal.

"Buah anggur ini kami jual Rp 50 ribu per kilonya, masih standar kok, ngak mahal," ungkapnya.

Untuk itu, ia juga berharap tidak ada gangguan dalam menjual anggur itu, apalagi niatnya hanya untuk mencari makan untuk anak dan istri.

“Semoga jualan kami tidak ada yang ganggu,” ujarnya.

|RIKI OKTA

Komentar

Loading...