Unduh Aplikasi

Ramai-ramai Bantah Surat Dugaan Komitmen Fee Proyek di Bener Meriah

Ramai-ramai Bantah Surat Dugaan Komitmen Fee Proyek di Bener Meriah
Anggota Tim Asistensi Percepatan Pembangunan Kabupaten Bener Meriah, Muhammaddinsyah. Foto: For AJNN

BENER MERIAH - Aktivis muda Bener Meriah sekaligus anggota Tim Asistensi Percepatan Pembangunan Kabupaten Bener Meriah, Muhammaddinsyah menyatakan bahwa tidak benar jika ikut menerima salah satu pengerjaan proyek pembangunan serta memberikan komitmen fee kepada Bupati Bener Meriah, Sarkawi sesuai informasi yang beredar dalam selembaran surat bodong tentang data pemungutan fee proyek di Kabupaten Bener Meriah yang beberapa waktu lalu beredar.

"Pertama yang ingin saya jelaskan adalah nama saya Muhammaddinsyah, bukan Muhammaddin seperti yang tertera dalam selembaran. Jadi asumsi tentang proyek itu adalah pengerjaan saya jelas tidak benar," ujar Muhammaddinsyah, Rabu (21/4).

Ia sebagai tim asistensi bupati mengaku tidak pernah sekalipun bercerita tentang proyek di Kabupaten Bener Meriah.

"Saya sebagai tim asistensi Bupati Bener Meriah secara pribadi tidak pernah sekalipun bercerita tentang proyek pembangunan di Bener Meriah, apalagi tentang siapa yang mengerjakan proyek pembangunan di Bener Meriah. Yang ada bercerita soal arah pembangunan mungkin, soal masukan-masukan kemana fokusnya arah pembangunan, itu juga saat pembahasan anggaran untuk tahun 2021 yang kita lakukan di tahun 2020," ungkap Muhammaddinsyah.

Ia tidak mengetahui siapa nama Muhammaddin yang disebutkan terdaftar sebagai orang yang mengerjakan proyek di dalam selembaran tersebut.

"Adapun tercatutnya nama Muhammaddin yang terindikasi sebagai saya, saya pribadi mengatakan hal tersebut tidak benar dan saya juga tidak mengetahui siapa Muhammaddin yang disebutkan mengerjakan proyek (dalam selembaran dimaksud)," ujar Muhammaddinsyah.

Ia juga mengaku tidak ada yang menjanjikan atau menawarkan proyek kepadanya sebagai tim asistensi.

Tentang selebaran dugaan pemungutan fee oleh bupati di Kabupaten Bener Meriah, ia menyebutkan kalau kejadian ini merupakan tantangan bagi penegak hukum di Bener Meriah.

"Menurut saya hal ini merupakan tantangan bagi penegak hukum di  Bener Meriah untuk menunjukan integritas dan kredibelitasnya sebagai penegak hukum, apalagi ini bukan hanya soal dugaan gratifikasi, akan tetapi dalam isu ini juga menyeret instansi vertikal dalam hal ini penegak hukum," ungkap Muhammaddinsyah.

Baca: Dugaan Komitmen Fee Proyek di Bener Meriah, Wabup: Silahkan Periksa CCTV Bank

"Nama-nama mereka bahkan yang saya lihat beredar itu, ada sebutan Kapolres, ada sebutan Kajari dan lain sebagainya. Ini kan tantangan bagi mereka untuk membuktikan apakah informasi ini benar atau tidak, apa gratifikasinya ada atau tidak. Apalagi telah beredar kembali selembaran baru yang juga mencatut nama wakil bupati, artinya ini adalah tantangan bagi penegak hukum untuk mengungkapnya kepada publik," tutup Muhammaddinsyah.

Selain itu, AJNN juga menghubungi beberapa pihak yang diduga tertera namanya sebagai penerima proyek pekerjaan pembangunan tersebut.

Ibnu Faisal misalnya yang namanya ikut tertera dalam surat itu dengan tegas menyatakan bahwa info tersebut tidak benar dan ia bukanlah pemenang tender proyek di Bener Meriah.

"Itu tidak benar, walau sebenarnya nama saya memang Faisal dan saya mengikuti proses tender untuk paket pengerjaan tersebut, tapi saya kalah," ujar Ibnu Faisal.

Ia juga mengaku dalam proses tender tersebut tidak pernah membuat komitmen dengan siapapun.

"Saya juga tidak pernah membuat komitmen apapun dengan siapapun, bisa jadi karena hal tersebut saya kalah tender. Akan tetapi terkait nama tersebut saya juga bingung, itu bukan saya," ungkap Ibnu Faisal.

Sementara itu, Sapuarang, yang namanya juga tertera dalam surat itu mengaku tidak paham dan tidak mengetahui terkait selembaran komitmen fee proyek tersebut.

"Terkait masalah selembaran komitmen fee, hal itu saya tidak paham dan saya juga tidak tahu. Coba tanyakan ke wakil bupati, mungkin beliau mengetahuinya," ujar Sapuarang secara singkat via WhatsApp.

HUT Pijay

Komentar

Loading...