Unduh Aplikasi

Ramadhan, Refleksi Religius Kaum Muda

Ramadhan, Refleksi Religius Kaum Muda
Foto: Ist

Oleh : Rifki Adrian 

Bulan ramadhan sebagai bulan mulia yang penuh berkah, bulan pengampunan dosa bagi seluruh umat muslim di dunia. Bulan ramadhan ini merupakan kado terbaik setiap tahunnya yang Allah berikan kepada hamba-Nya di dunia ini untuk dimanfaatkan dan senantiasa beribadah serta memohon ampunan-Nya di bulan ini.

Menguatkan pendapat di atas, penghulu alam Rasulullah Saw pernah bersabda.

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena penuh keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah Swt, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Sudah menjadi tradisi bagi umat muslim di dunia ini menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan untuk menjadi manusia dan kepribadian yang lebih baik lagi. 

Pun demikian di daerah kelahiran Kabupaten Bener Meriah tidak kalah euforianya masyarakat yang mayoritas Islam menyambut bulan ramadhan dengan semangat yang membara. Masjid-masjid di kampung kampung di penuhi insan yang ingin bertaubat melaksanakan salat fardhu dan tarawih berjamaah. 

Bulan ramadhan memiliki jangka waktu 1 bulan untuk umat islam beribadah. antusias yang dilaksanakan masyarakat di momen hari pertama sungguh sangat membanggakan dari orang yang sudah tua sampai anak anak muda masih ramai datang untuk beribadah. Lain hal setelah berlalu 4 malam Ramadhan kini kaum muda mulai redup menghilang tanpa jejak di masjid yang terlihat hanyalah kaum tua yang masih rapi shalat di shaf pertama dan kedua. 

Sebagai kaum muda yang dipercaya sebagai arah baru bagi pembangunan bangsa dan negara juga peningkat kesejahteraan masyarakat kini sudah tidak terlihat di masjid lagi. Perubahan jaman yang meringkus kaum muda yang sudah teracuni indah nya dunia sehingga lupa untuk beribadah kepada Tuhan nya sendiri. 

Sejatinya bulan ramadhan bukan hanya Sebagai bulan untuk beribadah saja tetapi bulan untuk memperbaiki kepribadian yang lebih baik lagi dari sebelum nya. 

Masa kini kaum muda sudah banyak lalai akan dunia dan terpengaruh oleh pergaulan yang tidak sehat. Hal ini tidak dapat dipungkiri dari pengaruh luar yang masuk secara perlahan di dunia anak muda saat ini. Di kabupaten bener meriah misalnya belakangan ini, banyak terjadi pencabulan, pemerkosaan, bahkan seks bebas yang dilakukan anak muda itu sendiri. Hal ini mencerminkan bahwa memang pengaruh yang tidak sehat itu sudah masuk ke ranah anak anak muda di bener meriah. Walaupun tidak seluruh nya teracuni. 

Oleh karena itu, momentum bulan suci ramadhan sebagai refleksi religius bagi kaum muda untuk menjadi kepribadian yang lebih baik karena sebagai kaum muda yang diharapkan sebagai insan yang beriman berkepribadian keislaman juga visioner untuk bangsa dan negara.

Sebuah pepatah arab pernah mengatakan “Adab itu lebih tinggi daripada ilmu” 

Momentum Ramadhan jadikan sebagai momentum berbenah diri, dengan cara memakmurkan masjid, membaca al-Quran, membantu orang tua, dan diskusi tentang keislaman hal-hal ini mungkin bisa menjadi rekomendasi untuk kawan kawan kaum muda di bener meriah khususnya untuk mengisi waktu di bulan ramadhan yang penuh berkah. Dan mari tinggalkan hal-hal yang merugikan diri sendiri orang tua dan orang banyak.

Penulis adalah mahasiwa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

HUT Pijay

Komentar

Loading...