Unduh Aplikasi

Qanun Jinayah hilangkan perlindungan untuk perempuan

BANDA ACEH- Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali mengakui adanya beberapa pasal dalam qanun jinayah yang diskriminatif dan tidak berpihak pada perempuan.

Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara pada Seminar Pertanggungjawaban Negara dalam Pemenuhan Hak Perempuan Korban yang dilaksanakan oleh Balai Syura Ureung Inong Aceh (BSUIA) dan Jaringan Pemantauan Aceh (JPA) 231 hari Kamis (26/3) di Hotel Hermes, Banda Aceh. Pembicara lainnya adalah Irwan Djohan, Wakil Ketua DPRA dan Khairani Arifin dari perwakilan JPA 231.

“Memang ada beberapa pasal yang tidak sesuai karena prosesnya terlalu lama. Sehingga pengawasannya sudah tidak sesuai lagi dengan fiqih dan tidak sejalan dengan agama”, ungkap Tgk. Faisal Ali saat menjawab kegelisahan peserta seminar yang kebanyakan perempuan.

Menurutnya hal ini disebabkan MPU tidak dilibatkan secara langsung pada pembuatan qanun tersebut. “Qanun ini disusun oleh eksekutif dan legislatif. Sedangkan MPU hanya dimintai pendapat saja”, tambahnya.

Khairani Arifin mengatakan isi qanun jinayah perlu ditinjau kembali karena beberapa pasal didalamnya diskriminatif dan mengkriminalkan perempuan.

“Substansinya masih sarat diskriminasi. Qanun ini menghilangkan jaminan perlindungan hukum bagi korban, meneguhkan impunitas dan mengkriminalisasikan perempuan korban kekerasan seksual”, kata Khairani.

Anggaran untuk Perempuan

APBA 2015 untuk perempuan dinilai masih sedikit karena tidak mencukupi 1 persen dari yang diperintahkan Undang-Undang. Seharusnya APBA 2015 mengalokasikan Rp 120 Milliar untuk perempuan, namun faktanya hanya Rp 24 Milliar saja.

Irwan Djohan meminta maaf atas sedikitnya anggaran untuk perempuan. “Saya merasa miris dan sebagai laki-laki saya meminta maaf kepada rakyat Aceh dan kaum perempuan,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRA ini berjanji tahun depan dirinya akan memperjuangkan anggaran tersebut menjadi dua kali lipat dan menyisihkan dana aspirasinya untuk keperluan kegiatan perempuan di Aceh

SP

Komentar

Loading...