Unduh Aplikasi

PWI Pusat Perkuat Pemberhentian, Saleh: Bagi Saya Tak Masalah

PWI Pusat Perkuat Pemberhentian, Saleh: Bagi Saya Tak Masalah
BANDA ACEH – Pemimpin Redaksi Tabloid Modus Aceh, Muhammad Saleh membenarkan dirinya telah menerima surat dari Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.

Baca: PWI Pusat Perkuat Pemberhentian Muhammad Saleh

"Benar saya sudah terima surat dari PWI Pusat. Bagi saya tidak masalah. Ini resiko profesi yang harus saya terima. Susah memang untuk menjalankan profesi sesuai kode etik dan etika pers. Sebab, PWI Aceh saat ini dikuasai mayoritas oknum wartawan yang minus prestasi dan tidak jelas karya jurnalistiknya. Bahkan, diduga kabarnya ada yang jadi 'mafia proyek' berkedok baju jurnalis," kata Saleh via pesan singkat.

Menurutnya kriminalisasi terhadap dirinya dilakukan secara mufakat jahat antara oknum PWI Pusat dan PWI Aceh. Mereka dinilai sangat tidak nyaman dan takut jika PWI dipimpin Saleh.

"Karena itu, sejak dulu mencari celah untuk menjatuhkan nama baik saya. Tapi itu biasa. Toh, walau saya dipecat dari anggota PWI, tak menyurutkan semangat saya untuk terus berkarya dan melahirkan media meanstream,"katanya.

"Alhamdulillah. MODUS ACEH satu-satunya media lokal Aceh peraih Adiwarta Sampoerna Award dan Muchtar Lubis Award. Dan, saat ini sudah lahir MODUSACEH.CO," tambahnya lagi.

Saleh juga membenarkan jika dirinya sudah mengembalikan kartu keanggotaan PWI karena itu kewajiban.

"Untuk apa saya pegang, karena sudah tidak berhak. Sejak saya menjadi anggota PWI, hanya sekali mengikuti latihan (LKW). Sisanya, ilmu jurnalistik saya peroleh dari LPDS Jakarta dan para senior di media nasional saat saya bekerja di Jakarta," ujar Saleh.

Selama ini Saleh mengaku bangga dengan PWI karena ada niat untuk memperbaikinya. Sebab, paska dipimpin H. Sjamsul Kahar, kepemimpinan PWI Aceh berjalan tak sesuai arah. Terutama sejak dipimpin Dahlan TH, Adnan Ns serta Tarmilin Usman. Kualitas mereka jauh sekali dibawah Sjamsul Kahar.

"Kawan-kawan anggota PWI Aceh bisa menilai dan dihadapkan pada kenyataan bahwa Hasil Konpercab PWI Aceh yang merehabilitasi nama saya, ternyata tak ada arti dan nilai dimata PWI pusat," katanya.

Saleh juga mengajak wartawan di Aceh, khususnya anggota PWI agar menjadikan kasusnya sebagai pelajaran berharga. Sebab, bukan tidak mungkin akan menimpa yang lain jika ada oknum pengurus yang tidak berkualitas dan takut bersaing secara fair sebagai ketua PWI Aceh.

Komentar

Loading...