Putusan Sela, Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Korupsi Telur Ayam

Putusan Sela, Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Korupsi Telur Ayam
Dua terdakwa korupsi telur ayam menjalani sidang di PN Banda Aceh. Foto:AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Majelis hakim pengadilan Tipikor menolak seluruh eksepsi yang diajukan oleh dua terdakwa perkara korupsi hasil produksi telur ayam di UPTD BTNR Saree Dinas Peternakan Aceh.

Penolakan tersebut disampaikan oleh hakim yang dipimpin Dahlan didampingi dua hakim anggota dalam sidang pembacaan putusan sela di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Jumat (19/6).

"Majelis hakim menyatakan tidak dapat menerima eksepsi atau keberatan para terdakwa yang diajukan penasehat hukum," kata hakim.

Baca: Tolak Eksepsi Terdakwa Korupsi Telur Ayam, Jaksa Sebut Dakwaannya Sudah Cermat

Selain itu, hakim juga memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan perkara ini dengan menghadirkan saksi-saksi di persidangan selanjutnya pada Senin 22 Juni 2020.

"Kami perintahkan agar penuntut umum melanjutkan perkara ini dengan menghadirkan saksi-saksi pada sidang kedepan." ucap hakim.

Persidangan dihadiri dia terdakwa yakni Ramli Hasan dan Muhammad Nasir didampingi penasihat hukumnya. Sedangkan Penuntut Umum, Ronald Reagan dari Kejaksaan Negeri Aceh Besar.

Junaidi, penasihat hukum terdakwa Muhammad Nasir menyatakan menerima putusan hakim atas eksepsi yang telah diajukannya.

Baca: Polresta Banda Aceh Limpahkan Tahap Dua Korupsi Telur Ayam ke Jaksa

"Putusan majelis hakim kami hormati. Kami akan buktikan bahwa klien kami Muhammad Nasir tidak bersalah dalam perkara ini," kata Junaidi.

Menurut Junaidi, keterlibatan kliennya dalam perkara dugaan korupsi hasil produksi telur ayam hanyalah menjalankan perintah atasan. Apalagi terdakwa Muhammad Nasir pada tahun 2016 belum menjabat sebagai pembantu bendahara.

"Terdakwa Muhammad Nasir baru diangkat sebagai pegawai negeri sipil. Klien kami hanya menjalankan perintah atasan. Sehingga tidak bertanggungjawab atas kerugian negara tersebut," pungkas Junaidi.

 

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini