Unduh Aplikasi

KASUS KORUPSI BANTUAN TERNAK

Putusan Sela, Hakim Tolak Eksepsi Rekanan ES Direktur CV Bireuen Vision

Putusan Sela, Hakim Tolak Eksepsi Rekanan ES Direktur CV Bireuen Vision
Ilustrasi. Foto: Net

LHOKSEUMAWE - Sidang perkara Direktur CV Bireuen Vision berinisial ES yang menjadi terdakwa dalam kasus korupsi pengadaan ternak bersumber dana APBK Lhokseumawe tahun 2014 senilai Rp14.5 miliar sudah memasuki tiga kali tahap persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh.

Dalam sidang putusan sela ini, Majelis Hakim menolak eksepsi terhadap dakwaan Jaksa yang diajukan oleh Kuasa Hukum ES yakni Tarmizi

“Jadi pada sidang yang berlangsung senin lalu, hakim menolak putusan sela terhadap eksepsi yang dujukan oleh kuasa hukum terdakwa,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fery Ichsan kepada AJNN, Kamis (12/9).

Lanjutnya, dalam hal ini berarti sudah masuk ke dalam ranah pokok perkara, dan Senin depan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi. Adapun saksi yang akan diperiksa sekitar 35 orang.

“Pemeriksaan saksi ini mungkin akan dilakukan secara bertahap,” ungkapnya.

Baca: Kasus Korupsi Pengadaan Ternak, Hakim Tolak Eksepsi Tersangka ES

Lanjutnya, alasan penolakan tersebut dilakukan oleh majelis hakim karena di luar dari pada ketentuan yang mengatur tentang hak eksepsi, yaitu formil dan materil surat dakwaaan ketika itu terpenuhi tidak ada peluang untuk melihat apakah ada keslaahan atau tida.

“Sedangkan menyangkut dari materi sudah masuk dalam pokok perkara, harus dibuktikan pada proses pakta persidangan dan pakta persidangan diperoleh dari keterangan saksi-saksi nantinya,” ungkapnya.

Sebelumnya pada sidang kedua, terpidana mengajukan eksepsi terhadap dakwaan. Adapun dakwaan yang ditujukan kepada terdakwa yakni selaku perusahaan yang melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai penyedia jasa dan barang.

Dalam hal ini seharusnya terdakwa melaksanakan kewajibannya, namun tapi dia tidak melaksanakannya. Dan terdakwa juga telah menerima transfer dari Pemerintah Kota Lhokseumawe ke rekening perusahaan.

Komentar

Loading...