Unduh Aplikasi

Putus Sekolah, Siswi Berprestasi di Aceh Barat Berharap Perhatian Pemerintah

Putus Sekolah, Siswi Berprestasi di Aceh Barat Berharap Perhatian Pemerintah
Fariza saat mengikuti kegiatan duta pelajar sadar hukum. Foto: Ist

ACEH BARAT- Fariza Herdiana (17), wanita berparas cantik dengan segudang prestasi, sejak bangku Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) terpaksa merasakan putus sekolah.

Meski memiliki segudang prestasi nasibnya tidak seberuntung anak-anak lain. Lantaran kemampuan ekonomi orang tua yang tidak mendukung membuat ia harus berhenti sekolah hingga kelas satu SMA saja.

"Putus sekolah karena ya faktor ekonomi, sehingga ekonomi orang tua yang tidak mampu menanggung biaya pendidikan," kata Fariza, kepada AJNN.

Banyak prestasi yang sudah ia torehkan, seperti juara pertama Olimpiade Matematika jenjang SD tingkat Kabupaten Nagan Raya, juara pertama Fahmi Quran tingkat Kabupaten Nagan Raya dan juara ketiga Duta Keamanan Dan Ketertiban Masyarakat.

"Saat SD pernah juara olimpiade matematika. Fariza pernah mendapat beasiswa untuk masuk SMP Fatih Bilingual Scool Banda Aceh. Saat itu hanya sewa kamar asrama saja yang lainnya gratis. Tapi karena kemampuan ekonomi orang tua membuat tidak bisa masuk ke SMP Fatih," kenangnya.

Wanita berhidung mancung dan berparas cantik ini, sebelum putus sekolah sempat mengenyam pendidikan di SD Negeri 1 Simpang Empat, Kabupaten Nagan Raya. SMP Negeri 2 kuala, SMA Negeri 2 Kuala, yang juga di Kabupaten Nagan Raya.

Sejak kecil ia bercita-cita ingin menjadi guru mata pelajaran matematika. Tujuannya selain ingin agar generasi menguasai ilmu pasti tersebut, juga ingin menunjukkan bahwa sebenarnya matematika itu tidak sulit jika orang yang mempelajarinya bersungguh-sungguh.

Ia sangat berharap adanya perhatian pemerintah agar dirinya dapat kembali bersekolah dan memperoleh kesempatan beasiswa untuk melanjutkan hingga ke jenjang perguruan tinggi sebagaimana mereka yang beruntung lainnya.

"Untuk saat ini sekolah apa aja boleh, Paket C juga nggak masalah yang penting bisa sekolah dan memperoleh ijazah," kata Fariza.

Fariza merupakan anak kedua pasangan pasangan Hendra Gunawan, (49) dan Erlina, (47). Sudah dua tahun belakangan, ia sekeluarga menetap di Desa Baroe Paya, Kecamatan Panton Reu, Kabupaten Aceh Barat.

Ayahnya Hendra, saat ini divonis dokter mengalami kista atau tumor pada otaknya. Sang ayah alami penyakit sejak tujuh bulan lalu. Hal ini membuat ekonomi keluarganya semakin morat marit. Bahkan sang ibu juga tidak bisa bekerja sejak sang ayah sakit.

Untuk menopang ekonomi keluarga, Hendra selama ini menjalani profesi sebagai tukang servis alat elektronik. Ia dikenal dermawan, lantaran tidak pernah memasang tarif kepada pelanggan.

Ibu Fariza, Erlina sebelumnya juga berjualan di SD Negeri Baroe Paya. Tapi, ia memilih berhenti berjualan untuk merawat suaminya yang sedang sakit.

Kini Hendra dalam keadaan tidak berdaya bahkan harus terbaring ditempat tidur karena tumor yang menggrogoti otaknya, belum lagi stroke ringan dan diabetes yang ia alami.

Keluarga ini sebenarnya merantau ke Aceh Barat, ingin mengadu peruntungan untuk kehidupan yang lebih baik. Akan tetapi lagi-lagi pupus. Asa ingin sejahtera setelah meninggalkan Kabupaten Nagan Raya, juga tidak ia dapatkan disana.

Bahkan Erlina, ibu dari Fariza Herdiana saat merujuk sang ayah ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh, hanya bermodalkan uang 80 ribu rupiah, dan roti menjadi pengobat rasa lapar di rumah sakit yang telah terakreditasi paripurna dengan tipe A itu.

Komentar

Loading...