Unduh Aplikasi

Putra Aceh di Pusaran Pilkada Tangsel

Putra Aceh di Pusaran Pilkada Tangsel
Ir Azmi Abu Bakar (kanan). Foto: For AJNN

BANDA ACEH - Pilkada Kota Tangerang Selatan tahun 2020 akan segera digelar. Beberapa nama, sudah digadang akan bertarung dalam pemilihan Walikota Tangsel ini, satu diantaranya merupakan pria keturunan Aceh, Ir Azmi Abu Bakar.

Informasi yang diperoleh AJNN, Azmi Abu Bakar akan berpasangan dengan Sekretaris Daerah Tangsel, Muhamad. Akan tetapi, terkait siapa yang akan menduduki posisi walikota atau wakil walikota, belum diputuskan.

Nama Azmi dikenal luas sebagai pegiat toleransi. Pria asal Gayo ini, juga sangat lekat dengan etnis Tionghoa. Sebagaimana dilansir Tempo.co dalam tulisan berjudul Manusia Langka dari Serpong, Azmi bahkan disebutkan mendirikan sebuah Museum Pustaka Peranakan Tionghoa.

Berdasarkan hal itu, tentu muncul sebuah pertanyaan, bagaimana kaitannya seorang pria asal Aceh, namun memiliki perhatian khusus terhadap budaya dan sejarah Tionghoa. Bahkan sampai mendirikan sebuah museum.

Dalam sebuah obrolan singkat, Azmi mengatakan bahwa pertanyaan seperti itu sudah seringkali dilontarkan kepada dirinya beberapa tahun belakangan ini. Biasanya, Ia tak begitu ambil pusing menanggapi hal itu, baginya itu tidak masuk dalam kategori wajib.

"Saya tak berminat menanggapinya, saya hanya sikapi dengan melempar senyum saja, atau justru balik bertanya: memangnya kenapa jika iya?," kata pria yang berprofesi sebagai pengusaha real estate ini.

Baca: Putra Aceh Terima Anugerah Lim Se Ming dari Marga Tionghoa

Namun, sebagai salah seorang bacalon kepala daerah Tangsel 2020, tentu ia tidak ingin hal ini dibiarkan liar tak terarah. Azmi merasa perlu meluruskan duduk persoalan, agar semua menjadi jelas dan demi meminimalisir sangkaan.

"Kali ini saya wajib membuat biodata, satu hal yang tak pernah dibuat sejak lulus kuliah. Karena memang tak pernah melamar kerja kemanapun, paling hanya CV singkat ketika diundang menjadi pembicara," ujarnya.

Menjawab pertanyaan diatas, Azmi mengatakan bahwa dirinya tak melulu mengurusi hal ketionghoaan, tapi juga Betawi dan Aceh. Diantaranya, tahun 1988, ia termasuk sebagai pendiri organisasi pemuda Betawi dikawasan Pondok Ranji, Ciputat Timur.

Hingga saat ini organisasi yang bernama Forum Silahturahmi Pemuda Betawi UNC itu masih aktif. Lalu sebagai keturunan Aceh, ia juga pernah menjabat sebagai pimpinan organisasi mahasiswa dan pemuda Aceh se-Indonesia.

"Sebagai bangsa Indonesia, kita ini harus mampu keluar dari sekat identitas diri dan mampu bergabung dengan identitas lainnya dari saudara kita sebangsa, lebih jauh lagi harus saling mengapresiasi," pungkas Alumni Teknik Sipil Institut Teknologi Indonesia itu.

Komentar

Loading...