Unduh Aplikasi

Puskesmas Tangan-Tangan Pekerjakan Tenaga Non Medis di Ruangan IGD dan Rawat Inap

Puskesmas Tangan-Tangan Pekerjakan Tenaga Non Medis di Ruangan IGD dan Rawat Inap
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH BARAT DAYA - Puskesmas Tangan-Tangan yang berada di wilayah Desa Ie Lhop, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), resmi berubah status menjadi puskesmas rawat inap pada awal Januari 2021. Sebelumnya, puskesmas tersebut hanya berstatus sebagai puskesmas rawat jalan.

Menurut Informasi yang diterima AJNN, setelah berubah status dari sebelumnya rawat jalan menjadi rawat inap, sejumlah tenaga non medis yang bekerja di Puskesmas Tangan-Tangan harus masuk piket di instalasi gawat darurat (IGD) dan ruang rawat inap.

“Ada tenaga non medis yang harus naik piket di ruang IGD dan ruang rawat inap Puskesmas Tangan-Tangan,” kata sumber AJNN yang tidak ingin disebutkan namanya.

Menuru sumber AJNN, jika tenaga non medis yang harus ikut piket pada ruangan IGD dan ruangan rawat inap, dikhawatirkan ketika ada pasien dalam kondisi sekarat akan menjadi masalah terhadap pasien tersebut. Sebab, tenaga non medis tidak sesuai dengan tupoksi kerjanya.

“Mereka bukan tenaga kesehatan kenapa harus ikut piket di ruangan IGD dan rawat inap, karena ini sangat bahaya jika ada pasien mendadak masuk di IGD dan harus ditangani, sementara mereka tidak paham dengan kesehatan sebab mereka tenaga non medis yang bekerja di puskesmas Tangan-Tangan,” katanya.

Apalagi, kata sumber AJNN, baru-baru ini ada kejadian bocah enam tahun meninggal dunia disebabkan diduga pihak Puskesmas Manggeng lali dalam memberikan pelayan terhadap masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Abdya, Safliati mengatakan, pihaknya jauh-jauh hari sudah mengingatkan bahwa tenaga non medis tidak diizinkan memberikan pelayanan kesehatan. Sebab, yang memberikan pelayanan kesehatan itu tenaga medis yang wajib memiliki STR.

“Yang memberikan pelayanan itu tenaga kesehatan yang wajib memiliki STR, itu sudah kami sampaikan awal mula saat dibuka puskesmas itu dari rawat jalan ke rawat inap,” kata Safliati, saat dihubungi AJNN, Senin (1/2).

Menurut Safliati, tenaga non medis yang ikut piket di ruangan IGD dan rawat inap hanya untuk menemani tenaga kesehatan. Karena, Puskesmas Tangan-Tangan kekurangan tenaga kesehatan.

“Mereka ikut piket hanya menemani tenaga kesehatan, tidak memberikan pelayan, karena Puskesmas Tangan-Tangan memang kekurangan tanaga kesehatan,” tutur Safliati.

Untuk mencukupi kuota tenaga kesehatan di Puskesmas Tangan-Tangan, kata Safliati, pihaknya sudah meminta pergeseran tenaga kesehatan di beberapa puskesmas yang ada di Abdya untuk digeser ke Puskesmas Tangan-Tangan.

“Kami sudah minta pergeseran tenaga medis dipuskesmas lain untuk Puskesmas Tangan-Tangan, tapi SKnya belum keluar,” tutupnya.

Idul Fitri - Disdik
Idul Fitri - BPKA
Idul Fitri - ESDM Aceh
Idul Fitri - Disbudpar
Idul Fitri- Gubernur Aceh

Komentar

Loading...