Unduh Aplikasi

Purek III Unsyiah: Surat Skorsing Mahasiswa Tak Akan Dicabut

Purek III Unsyiah: Surat Skorsing Mahasiswa Tak Akan Dicabut
Demo Mahasiswa
BANDA ACEH - Wakil Pembantu Rektor (Purek) III Alfiansyah Yuliannur mengatakan sebelumnya pihak Direktorat Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) sudah melarang mahasiswa untuk tidak membawa para mahasiwa baru keluar kampus. Kegiatan - kegiatan mahasiswa baru boleh dilakukan di pekarangan kampus dan hanya diperbolehkan bagi Fakultas.

"Sebelumnya kita sudah melarang para mahasiswa untuk tidak membawa anak baru keluar kampus, membuat kegiatan diluar, Kegiatan mahasiswa baru hanya ada di tingkat fakultas, sedangkan di tingkat jurusan tidak boleh. Sudah ada aturan, sehingga terpaksa kami skorsing mereka yang melanggar aturan," kata Alfiansyah kepada AJNN, Senin (12/10) di Unsyiah

Terkait tuntutan mahasiswa yang meminta agar surat korsing dicabut, Alfiansyah tetap pada peraturan awal bahwa skorsing terhadap mereka yang melanggar tidak akan dicabut. Ia tetap pada komitmen awal dengan menawarkan dua opsi kepada mahasiswa yaitu bagi yang terkena skor untuk merenungi kesalahanya dan jika tidak menerima silahkan untuk mencari Universitas lain.

"Skorsing tidak akan dicabut, dengan harapan yang terkena skorsing dapat intropeksi diri atas kesalahannya. Jika mereka mesti menuntut skorsing itu di cabut, berarti tidak cocok dengan peraturan Unsyiah, silakan mencari Universitas lain yang sama dengan keinginan mereka. Tidak mungkin hanya karena kesalahan beberapa orang kita korbankan orang lain untuk membuat aksi," tegasnya.

Sementara itu, Para mahasiswa Unsyiah yang masih melakukan aksi dihadapan Direktorat Unsyiah mengatakan bahwa pihaknya akan terus menduduki gedung sampai pihak Rektor Unsyiah menjumpai mereka.

"Kita tetap konsisten untuk meminta pihak direktorat untuk mencabut skorsing. Kita akan menunggu rektor datang dan berdialog dengan mahasiswa," kata Putra Rizki Youlan Radhianto

Radhianto menambahkan, skorsing yang dilakukan Direktorat Unsyiah cacat secara hukum, menurutnya itu tidak memenuhi metode dalam pemanggilan administrasi, seharusnya ada pemberitahuan (SP1) dan SP2. Namun pihak rektoran tidak menjalankan prosedur yang baik

"Pihak rektorat dengan serta merta lansung melayangkan surat skorsing terhadap 10 teman kita tersebut. Kita merasa di zolimi jika benar kita salah dibuktikan dengan benar, ketika sudah dibuktikan itu baru dilakukan skorsing," ujarnya

Radhianto menambahkan kalau pihaknya akan terus melakukan aksi tersebut sampai ada kejelasan dari Rektor. Menurutnya Unsyiah merupakan institusi pendidikan, harus ada ruang kompromi dan ruang diskusi antara mahasisawa dan pihak rektorat untuk mencari solusi

"Seperti apa yang dimaksud dalam demokrasi, Aksi merupakan salah satu corong dalam menyampaikan aspirasi maka hari ini kita memutuskan mengelar aksi," ujarnya

Sampai saat ini mahasiswa masih menduduki Direktorat Unsyiah, bahkan mahasiswa sudah mulai masuk ke dalam Ruangan Direktorat untuk menjumpai rektor. Namun rektor sampai berita ini diturunkan juga belum menjumpai mahasiswa.

|HENDRA KA

Komentar

Loading...