Unduh Aplikasi

Puluhan Unit Bus Direkomendasikan Pembekuan Izin Trayek

Puluhan Unit Bus Direkomendasikan Pembekuan Izin Trayek
Dengan alat berat polisi dan TNI berusaha mengevakuasi bus Simpati Star yang terjun ke jurang di Subulussalam. Foto: Edi Putra

BANDA ACEH - Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah Aceh, Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh, Ditjen Perhubungan Darat, Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) telah melaksanakan rapat terkait banyaknya kecelakaan Bus di Aceh, Jumat (19/1), di kantor Dishub Aceh.

Rapat tersebut telah melahirkan beberapa rekomendasi sebagai bahan evaluasi terkait kecelakaan bus yang terjadi selama ini.

Kepala Dishub Aceh, Zulkarnain menyampaikan, adapun beberapa hal yang menjadi bahan evaluasi tersebut antara lain merekomendasikan pembekuan izin trayek sementara terhadap kendaraan yang telah dikeluarkan izin prinsip oleh Kemenhub sebanyak 37 unit kendaraan. Dan juga rekomendasi terhadap pembekuan izin trayek sementara yang terlibat kecelakaan serta melakukan penyimpangan izin trayek sebanyak delapan unit kendaraan.

"Yang kami rekomendasikan pembekuan izin trayek sementara terhadap bus," kata Zulkarnain kepada wartawan usai menggelar rapat tersebut.

Selain itu, kata Zulkarnain, pihaknya akan memperketat dan melakukan inspeksi kendaraan pada semua terminal tipe A dan tipe B supaya tidak memasukkan kendaraan serta memberangkatkan angkutan umum yang belum memenuhi syarat administrasi, teknis dan layak jalan, terhitung sejak tanggal 21 Januari 2018. Serta melakukan revisi uji petik terhadap kendaraan Simpati Star yang terlibat kecelakaan dari awal 2017 sampai dengan awal tahun 2018.

Dalam rapat itu, pihaknya, lanjut Zulkarnain, juga merekomendasikan kepada Kemenhub bahwa dibutuhkan sertifkasi khusus terhadap pengemudi bus sehingga nantinya wajib menjadi persyaratan bagi pengemudi yang direkrut oleh perusahaan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRA, Asrizal Asnawi menyarankan kepada penumpang harus selekitf memilih bus, dan memilih kendaraan lain sampai persoalan ini menemui titik terang. Ia juga meminta Dirjen perhubungan darat untuk mengeluarkan sertifikat kepada pengemudi bus, sehingga tidak semata-mata memiliki SIM sudah dapat mengemudi bus.

"Saran saya kepada rakyat Aceh selektif lah memilih bus yang sehat," imbuhnya.

Komentar

Loading...