Unduh Aplikasi

Puluhan tahun warga Madat konsumsi air payau

Puluhan tahun warga Madat konsumsi air payau
IMG00234 20141025 1731
ACEH TIMUR - Sungguh pilu kehidupan masyarakat di  dua Gampong Kecamatan Madat, mereka yang berdomisili di wilayah itu terpaksa mengonsumsi air payau. Dalam kehidupan sehari-hari terpaksa mengonsumsi air payau untuk keberlangsungan hidup.

Warga yang berdomisili di Meunasah Tingkeum dan Meunasah Asan Kecamatan Madat Kabupaten Aceh Timur sudah puluhan tahun mengonsumsi air payau yang warnanya sudah berubah wujud nan keruh.

"Gampong Muenasah Asan, Kecamatan Madat, Aceh Timur saja 800 Kepala Keluarga (KK) terpaksa harus mengkonsumsi Air Payau, yang berkeruh,  untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, begitu pula yang dirasakan ratusan KK penduduk Menasah Tingkeum," ungkap Aminah (52) tahun kepada AJNN Kamis (30/10).

Ibu yang usianya sudah lebih setengah abad itu menceritakan kondisi Gampongnya yang sangat sulit untuk mendapatkan air bersih. "Beginilah kondisi Gampong kami, yang sudah puluhan tahun berdomisili disini, sungguh sangat sangat sulit mendapatkan Air bersih, pengambilan air Payau saja kami harus berjalan kaki hingga ratusan meter," cerita Ibu paruh baya ini.

Pantauan AJNN Kamis (30/10), warga di Kecamatan Madat terlihat memprihatinkan, susahnya mendapatkan Air yang layak konsumsi. Seharusnya pemerintah tidak tutup mata.

Pada Tahun 2010 silam, warga yang tinggal di Kecamatan Madat sudah pernah membahas personal air bersih dalam Musyawarah Antar Desa (MAD).

"Dulu sudah ada pembahasan untuk melakukan pemasangan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) ke wilayah tersebut, yang hadir Pejabat Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, diantaranya, DPRK, Kepala Dinas PU, dan sejumlah Kepala Dinas terkait lainnya," beber tokoh masyarakat Kecamatan Madat, Razali.

Kemudian tambah Razali, walaupun sudah pernah dibahas dalam MAD. Namun sampai saat ini belum juga ada tanda-tanda adanya realisasi dari Pemerintah setempat, untuk melakukan  pemasangan pipa PDAM.

"Kendati ada beberapa sumur yang tersebut di daerah ini, namun tak dapat di andalkan sama sekali, disebabkan air yang di hasilkan tidak bisa di konsumsi, akibat airnya asin." Ujarnya.

Selama ini untuk antisipasi krisis air masyakarat membuat giliran pengambilan air di Dusun Selamat, Bina Jaya, Teupin Siren, Coh, dan Dusun Tanjung Raya untuk konsumsi. "Sudah airnya keruh, kemudian debit air yang ada dikawasan ini juga tidak mencukupi, untuk mengambil air pun kami harus bergiliran," tutur Aminah.

Istanjong

Komentar

Loading...