Unduh Aplikasi

Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal Diamankan di Simeulue

Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal Diamankan di Simeulue
Barang bukti rokok ilegal yang diamankan di Simeulue

ACEH BARAT- Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Meulaboh mengamankan 52.800 batang rokok ilegal atau tanpa pita cukai dengan merek H Mind

Selain mengamankan puluhan ribu rokok ilegal tersebut, KPPBC TMP C Meulaboh ikut mengamankan pemiliknya berinisia DS, warga Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara.

Kepala KPPBC TMP C Meulaboh, Akbar Afrianto, mengatakan rokok tanpa pita cukai dan pemiliknya diamankan pada 17 Februari 2019 lalu di salah satu rumah toko yang berada di Desa Kampung Ai, Kecamatan Simeulue Tengah, Kabupaten Simeulue.

"Selain mengamankan rokok dan pemilik, kita juga ikut mengamankan mobil box dengan nomor polisi S 8206 D. Pemilik kini telah ditetapkan tersangka setelah kita melakukan penyelidikan," kata Akbar Afrianto, dalam kegiatan konfrensi pers, yang berlangsung di KPPBC TMP C Meulaboh, Selasa, (12/3).

Menurutnya, rokok tanpa pita cukai itu hanya dapat diedarkan di wilayah Badan Pengawasan Kawasan Bebas Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Namun karena telah menyalahi aturan maka pihaknya mengambil tindakan dengan mengamankan pemilik dan barang bukti.

Dari hasil investigasi yang dilakukan, kata dia, rokok ilegal tersebut juga diproduksi di Batam, dan harusnya diproduksi dengan jumlah terbatas.

"Kita coba lakukan investigasi dengan mengambil simple batang rokok produksi batam dan juga rokok tersebut untuk uji lab, dan hasilnya rokok itu produksi batam. Karena itu kita rekomendasikan kepada Bea Cukai pusat untuk meminta perusahaan rokok itu membatasi poduksi dan dilakukan pengawasan edar," ujarnya.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, kata dia, kini Ds dan barang bukti diserahkan kepada pihak Kejaksaan Negeri Sinabang untuk dilakukan penuntutan, lantaran telah tahap satu atau dinyatakan P21 oleh pihak Kejari setempat.

"Untuk kerugian negara dari 3.300 bungkus rokok tanoa pita cukai ini diperkirakan potensi kerugian mencapai negara mencapai 23 juta rupiah," ungkapnya

Sementara itu Kepala Seksi Kejari Sinabang, Mulyadi, yang hadir dalam kegiatan konfrensi pers tersebut menyebutkan pihaknya sangat mendukung dalam pemberatasan rokok ilegal itu, lantaran dinilai beredarnya rokok ilegal

Dalam kasus ini, kata dia, tersangka dijerat pasal 45 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 Tentang Cukai perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

"Namun untuk berapa tuntutan dari pasal tersebut kita belum bisa sebutkan karena saat ini baru tahap satu atau berkas dinyatakan lengkap," kata Mulyadi.

Komentar

Loading...