Unduh Aplikasi

Puluhan Hektare Sawah di Aceh Utara Alami Kekeringan

Puluhan Hektare Sawah di Aceh Utara Alami Kekeringan
Kondisi sawah petani di Aceh Utara. Foto : for AJNN

ACEH UTARA - Ratusan hektar sawah tadah hujan di Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara mengalami kekeringan. Akibatnya, sebagian tanaman padi yang ditanam sudah mulai mati, bahkan terancam gagal panen.

Informasi yang dihimpun AJNN, salah satu titik kekeringan yang terpantau tepatnya di Gampong Seuneubok Baroe. Padi yang sudah ditanam akan terancam gagal panen.

Salah seorang petani, Jhon Junaidi (39) mengatakan, persawahan yang masih tadah hujan di Seuneubok Baro tercatat sekitar 30 hektar lebih, dan kondisinya semua kering. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi setiap tahun.

“Setiap kali sawah mengering, tak jarang juga petani mengalami kerugian. Apalagi sekarang ini sebagian tanaman padi yang ditanam mulai mati, benih yang tumbuh tidak bisa dicabut karena tidak ada air,” ujarnya.

Kondisi yang terjadi setiap tahun justru mengunggah masyarakat petani, untuk mendesak pemerintah segera menangani persoalan tersebut. Dimana petani kerap merugi setiap kali sawah mereka dilanda kekeringan, ditambah lagi tidak ada saluran irigasi atau embung.

Dikatakan Jhon, saat ini petani hanya mengandalkan pompanisasi untuk mengairi air ke sawah mereka. Kendati demikian, upaya yang dilakukan tersebut juga belum membuahkan hasil, akibat air yang dialiri tidak mencukupi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRK Aceh Utara Nasrizal--akrab disapa Cekbay--mengatakan, pihaknya sudah meninjau lokasi untuk memantau langsung kondisi kekeringan tersebut.

"Kami akan berupaya menindaklanjuti mengenai masalah persawahan tadah hujan ini," kata Cek Bay

Sebagai bentuk upaya, kata Cek Bay pihaknya mencoba untuk memasukkan kedalam Musrenbang yang akan berlangsung pada Februari mendatang. Selain itu satu-satunya jalan selain membangun saluran irigasi, maka bisa dibangun embung atau waduk penampungan air.

“Hal ini juga menjadi salah satu upaya kami, dalam menyikapi keluhan petani, yang selalu mengalami kerugian setiap kekeringan tiba,” tutupnya.

Komentar

Loading...