Unduh Aplikasi

PT. TSA Tak Libatkan Ahli Kars Saat Susun AMDAL

PT. TSA Tak Libatkan Ahli Kars Saat Susun AMDAL

BANDA ACEH - Pengadilan Tata Usaha Negara (TUN) Banda Aceh melanjutkan persidangan ke 13 antara Walhi melawan Bupati Aceh Tamiang, Rabu (14/12) kemarin.

Tahapan persidangan itu sudah sampai pada agenda tambahan bukti dan menghadirkan saksi para pihak. Walhi Aceh sebagai penggugat sudah menghadirkan empat orang saksi, tiga saksi fakta dan satu orang saksi ahli, yaitu ahli kars.

Semenatara tergugat (Bupati Aceh Tamiang) juga sudah menghadirkan empat orang saksi fakta, sedangkan pihak tergugat intervensi PT. Tripa Semen Aceh (TSA) hanya menghadirkan satu orang saksi fakta.

Direktur Walhi Aceh M. Nur mengatakan Walhi menggugat Bupati Aceh Tamiang terkait penerbitan Izin Lingkungan kepada PT. TSA, melalui SK Bupati nomor 541 tahun 2016.

Menurutnya, penerbitan izin lingkungan tersebut bertentangan dengan aspek prosedural, substansi, dan azas-azas.

"Salah satu substansi yang menjadi dasar gugatan Walhi karena areal pertambangan PT. TSA berada dalam bentang alam kars, dan tumpang tindih kawasan dengan Hutan Kemasyarakatan," katanya.

M Nur menjelsakan, pada persidangan itu, PT. TSA menghadirkan satu orang saksi fakta yaitu Bapak Yamin, koodinator tim penyusun AMDAL. Dalam keterangannya, saksi menyampaikan selama proses penyusunan AMDAL PT.
TSA hanya empat kali ke lapangan, dalam kunjungan tersebut saksi mengakui belum pernah ke lokasi kars. Hanya melakukan dialog dengan warga dan mendampingi tim untuk pengambilan sampel.

"Selain itu, dia juga mengakui dalam tim penyusun AMDAL tidak melibatkan ahli kars," katanya.

Dikatakan M nur, secara tata ruang Aceh Tamiang, di kampung Kaloy diakui ada kawasan kars sebagai kawasan lindung geologi, hal ini juga tersebutkan dalam dokumen AMDAL PT. TSA.

Walhi selaku penggugat pada persidangan sebelumnya menghadirkan saksi ahli kars. Dalam keterangannya disebutkan, sebelum dilakukan eksploitasi pada bentang alam kars harus dilakukan kajian khusus secara menyeluruh dan mendalam.

Sidang selanjutnya dijadwalkan Rabu pekan depan di Pengadilan TUN Banda Aceh, dengan agenda saksi tambahan dari pihak Walhi.

Walhi pada persidangan ke depan akan menghadirkan dua orang saksi fakta untuk memperkuat bukti yang telah diajukan.

Komentar

Loading...