Unduh Aplikasi

PT Medco Dikabarkan Shutdown, BPMA Bungkam

PT Medco Dikabarkan Shutdown, BPMA Bungkam
ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - PT Medco E&P Malaka di Aceh Timur dikabarkan berhenti produksi. Kondisi sudah terjadi sejak 1,5 bulan yang lalu. Sebelumnya, rata-rata gas bumi yang diproduksi Medco berkisar antara 45 sampai dengan 69 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Diketahui, Medco mulai berproduksi di Aceh Timur terhitung sejak 30 Agustus 2018. Sampai dengan 31 Desember 2018, tercatat produksi rata-rata produksi per hari  yang dilakukan perusahaan migas tersebut di Blok A, yaitu sebesar 7,95 MMSCFD.

Informasi yang diperoleh AJNN terkait produksi gas per hari PT Medco E&P Malaka selama Januari sampai dengan November 2019, akan dirinci sebagai berikut.

Pada Januari jumlah produksi 54,11 MMSCFD, Februari jumlah produksi 42,23 MMSCFD, Maret jumlah produksi 69,66 MMSCFD, April jumlah produksi 66,24 MMSCFD, Mei jumlah produksi 59,49 MMSCFD, Juni jumlah produksi 61,65 MMSCFD.

Kemudian, pada Juli jumlah produksi 69,01 MMSCFD, Agustus jumlah produksi 68,76 MMSCFD, September jumlah produksi 68,41 MMSCFD, Oktober jumlah produksi 32,06 MMSCFD dan November jumlah produksi sebesar 44,69 MMSCFD.

Sementara itu, informasi lain yang dihimpun media ini menyebutkan produksi gas di Aceh oleh PT Medco E&P Malaka, pada 20 Januari 2020 jumlahnya hanya 0,32 MMSCFD. Bahkan, pada 27 dan 29 Januari 2020, Medco dilaporkan tidak berproduksi sama sekali.

Baca: Pasokan Gas Terbatas, Dua Bulan PT PIM Tak Beroperasi

Diberitakan sebelumnya, Operasional perusahaan pabrik PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Kecamatan Dewantara, Krueng Geukuh, Aceh Utara, sejak November 2019 hingga kini tak bisa dioperasikan. Kondisi itu terjadi akibat pasokan gas tidak mencukupi.

Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda, Husni Achmad Zaki mengatakan, operasional dua pabrik PT PIM I dan PIM II sudah terhenti sejak November 2019 hingga saat ini. Hal tersebut dikatakan Husni Achmad Zaki karena terkendala suplai pasokan gas dari PT Medco E&P Malaka.

Menurut Husni Achmad Zaki terhentinya produksi pabrik penghasil pupuk urea dan amonia milik PT PIM tersebut, selain karena faktor kendala pasokan gas dari PT Medco, hal lainnya juga dipengaruhi pasokan LNG (gas alam cair) yang sudah kita siapkan sebagai opsi alternatif hingga November belum tiba.

"Kami sudah beli dan siapkan opsi gas LNG lain, namun hingga November belum tiba. Maka kami terpaksa berhenti operasi," ungkap Dirut PT PIM Husni Achmad Zaki dalam konfrensi pers yang digelar Kamis (2/1) lalu.

Hingga berita ini diturunkan, AJNN sudah mencoba menghubungi pihak PT Medco E&P Malaka untuk keperluan konfirmasi. Namun pesan singkat WhatsApp yang dikirimkan kepada Manager Produksi dan Manager External PT Medco, tapi tidak dibalas.

Terkait persoalan ini, sudah sepatutnya BPMA selaku lembaga yang melakukan pengelolaan migas di Aceh memberikan penjelasan kepada masyarakat Aceh. Namun, pesan singkat yang dikirimkan ke Kepala BPMA, Teuku Faisal terkait fungsi pengendalian serta pengawasan seluruh perusahaan migas yang ada di Aceh juga belum mendapat respon.

Komentar

Loading...