Unduh Aplikasi

PT Lafarge: 51 Tenaga Kerja Asing Tanggung Jawab PT Shandong

PT Lafarge: 51 Tenaga Kerja Asing Tanggung Jawab PT Shandong
Tenaga kerja asing meninggalkan Aceh melalui Bandara SIM Blang Bintang. Foto: Ist.

ACEH BESAR - Corporate Communication PT Lafarge Cement Indonesia, Faraby Azwany mengungkapkan 51 tenaga kerja asing yang sudah dipulangkan itu merupakan karyawan dari PT Shandong Licun Power Plant Technology sebagai pihak ketiga yang ditunjuk oleh perusahaan untuk mengoperasikan power plant sebagai penyedia daya listrik.

Dengan demikian, kata Faraby, semua izin kerja karyawan kontraktor tersebut adalah sepenuhnya tanggung jawab dari PT Shandong Licun Power Plant sesuai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk hasil temuan dari pemeriksaan yang telah dilakukan oleh pihak Disnaker Aceh, pada 15 Januari 2019 lalu.

"Kami akan memastikan bahwa semua perbaikan kewajiban sehubungan dengan revisi izin kerja karyawan tersebut akan dilakukan secepatnya oleh pihak PT Shandong Licun Power Plant dengan berkoordinasi bersama pihak Disnaker Aceh dan seluruh pemangku kepentingan yang terkait lainnya," kata Faraby Azwany dalam rilis yang diterima AJNN, Sabtu (19/1).

Ia mengugnkapkan pihaknya senantiasa menjalankan bisnis dan operasional dengan memastikan kesehatan dan keselamatan bagi karyawan, kontraktor, dan warga masyarakat di sekitar lingkungan operasional, dengan mematuhi seluruh peraturan dan hukum yang berlaku.

"Sebagai bagian dari kepatuhan yang diterapkan oleh perusahaan, seluruh kegiatan operasional termasuk dengan mitra kerja pihak ketiga, wajib untuk mematuhi seluruh peraturan dan hukum yang berlaku dan semua terangkum dalam kontrak kerja," jelasnya.

Baca: 51 Tenaga Kerja Asing Akhirnya Dikeluarkan dari Aceh

Tak hanya itu, dia juga menjelaskan setiap warga negara asing yang melakukan kunjungan ke seluruh area perusahaan, baik untuk keperluan melakukan pekerjaan, studi maupun keperluan lainnya, wajib dilengkapi dengan dokumen resmi sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia.

Untuk diketahui, PT Lafarge Cement Indonesia memiliki kapasitas produksi sebesar 1,6 juta ton semen per tahun dengan didukung fasilitas pengepakan dan pengiriman lewat jalur laut di Lhokseumawe, Belawan, Batam dan Dumai.

Sejak Februari 2016, PT Lafarge Cement Indonesia telah resmi menjadi anak perusahaan PT Holcim Indonesia Tbk. PT Lafarge Cement Indonesia berupaya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan baru dan pengguna terakhir dengan membangun lingkungan di sekitar fasilitas-fasilitas produksinya, termasuk pembangunan prasarana, rumah sakit, perumahan, kawasan niaga dan proyek konstruksi pekerjaan umum serta perumahan yang terjangkau.

Berkomitmen untuk menjadi mitra yang terpercaya bagi pelanggan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan yang berkelanjutan, PT Lafarge Cement Indonesia menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang berwenang dan anggota masyarakat setempat untuk pemberdayaan dan pengembangan masyarakat dalam bentuk program tanggung jawab sosial, lapangan pekerjaan, pemeliharaan lingkungan hidup dan mendukung sektor pendidikan, kesehatan, serta pembangunan ekonomi, sosial dan keagamaan di Aceh.

Komentar

Loading...