Unduh Aplikasi

PT Joglo Multi Ayu Masuk Datar Hitam, Pokja ULP Simeulue Batalkan sebagai Pemenang

PT Joglo Multi Ayu Masuk Datar Hitam, Pokja ULP Simeulue Batalkan sebagai Pemenang
Pemenang tender royek Gedung Olahraga Tipe B di Simeulue. Foto: Ist

BANDA ACEH - Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Simeulue sudah membatalkan PT Joglo Multi Ayu sebagai Pemenang Proyek Gedung Olahraga Tipe B di daerah setempat. Pasalnya, perusahaan tersebut sudah masuk ke daftar hitam atau Black List.

Sementara menurut penelusuran AJNN di laman lpse.simeuluekab.go.id, gedung olahraga Tipe B tersebut kini dimenangkan oleh PT Loeh Raya Perkasa dengan harga penawaran RP13.700 miliar.

Dari laman tersebut juga disebutkan, alasan pembatalan PT Joglo Multi Ayu tersebut sesuai pada Inaproc Daftar Hitam Perusahaan sesuai dengan SK Penetapan Pa/Kpa Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat No : 800/24/Kpts/Dpupr-2019

Dan SK penetapan PA/KPA Dinas Kesehatan Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat No : 188/444/Kep-Pa/435.12.1/2019 Tayang daftar Hitam tertanggal 18 Juli 2019, Terhadap Pelanggaran ketentuan Peraturan LKPP No. 17 Tahun 2018 Pasal 3 huruf g Penyedia yang tidak melaksanakan kontrak, tidak menyelesaikan pekerjaan, atau dilakukan pemutusan kontrak secara sepihak oleh PPK yang disebabkan oleh kesalahan Penyedia Barang/Jasa.

Baca: Ahli Pengadaan: Jika Perusahaan Black List Tak Dibatalkan Kontrak Masuk Ranah Pidana

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahrga Simeulue, Mauluddin mengaku pembatalan itu bukan ranah mereka dan merupakan ranah Pokja.

“Itu ranah Pokja belum ke Dispora,” jawabnya singkat dengan sedikit nada tinggi.

Sebelumnya, PT Joglo Multi Ayu, memenangkan dua proyek besar di Aceh, yakni proyek lanjutan pembangunan rehab kolam renang Tirta Raya Banda Aceh, dan proyek pembangunan Gedung Olahraga Tipe B di Kabupaten Simeulue.

Dalam laman LKPP, perusahaan itu diumumkan masuk daftar hitam atau blacklist pada tanggal 18 Juli 2019, masa berlaku sanksi terhadap perusahaan itu sejak 18 Februari 2019 hingga 18 Februari 2020.

Realisasi APBK AJay

Komentar

Loading...