PT Araz Mulia Mandiri Juga Menang Tender Pembangunan RS Regional

PT Araz Mulia Mandiri Juga Menang Tender Pembangunan RS Regional
Penguman tender Proyek Pembangunan Rumah Sakit Regional di Aceh Selatan. Foto: Dok AJNN

BANDA ACEH - Walaupun sudah masuk perusahaan daftar hitam, namun hal itu bukan menjadi halangan bagi PT.Araz Mulia Mandiri untuk mendapatkan proyek-proyek besar di Aceh.

Selain menang pada tender proyek pembangunan oncology center di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, perusahaan tersebut juga menang pada tender proyek pembangunan Rumah Sakit Rujukan Regional (DAK) di Aceh Selatan, dengan total anggaran Rp 38,9 miliar.

Pengumuman pemenang tender proyek Pembangunan Rumah Sakit Regional (DAK). Foto: Dok AJNN

Koordinator GeRAK Aceh Askhalani mengaku terkejut ketika mengetahui kalau perusahaan tersebut kembali menang pada tender pembangunan Rumah Sakit Rujukan Regional di Aceh Selatan. Padahal perusahaan itu jelas-jelas sudah mendapatkan sanksi daftar hitam oleh Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS).

Baca: Perusahaan Pemenang Proyek Rp 39,8 Miliar di RSUDZA Masuk Daftar Hitam

"Data terbaru yang kami dapatkan, jadwal tender proyek oncology center RSUDZA Banda Aceh, hampir bersamaan dengan tender Rumah Sakit Rujukan Regional," kata Askhalani kepada AJNN, Kamis (17/9).

Sebelumnya, perusahaan tersebut telah mendapatkan sanksi daftar hitam dari BPKS. Sanksinya adalah tidak bisa mengikuti tender selama dua tahun sejak keputusan itu dikeluarkan.

Surat Keputusan BPKS sanksi terhadap PT Araz Mulia Mandiri . Foto: Dok AJNN

Surat keputusan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) BPKS bernomor 25/BPKS-KPA/2017. Keputusan itu dikeluarkan pada tanggal 9 Juni 2017, yang diteken oleh KPA Fajri. Perusahan itu diberi sanksi karena tidak melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan yakni pembangunan Tugu KM 0 (lanjutan), dengan nilai total HPS yakni Rp 15,9 miliar.

Tak hanya saksi, selanjutnya BPKS juga menyurati Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah meminta agar perusahaan itu dimasukkan ke dalam daftar hitam nasional dan dimuat dalam portal pengadaan nasional.

Baca: Pemenang Tender Masuk Daftar Hitam, ULP Aceh Belum Bisa Berkomentar

Surat itu juga dikirimkan pada 9 Juni 2017. Surat bernomor 180/BPKS-KPA/22, dengan perihal penyampaian daftar hitam diteken oleh Fajri. Pihak BPKS juga melampirkan dokumen surat usulan penetapan sanksi pencatuman dalam daftar hitam, dan surat rekomendasi APIP BPKS.

"Kami akan terus kumpulkan data-data terbaru terhadap perusahaan itu, para pihak harus bertanggung jawab atas keputusan memenangkan perusahaan itu," kata Askhalani.

Jadwal tender Proyek Pembangunan Rumah Sakit Regional. Foto: Ist

Dalam laman website Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Aceh Selatan, penandatanganan kontrak proyek Rumah Sakit Rujukan Regional pada bulan Juli 2017. Sanksi yang dikeluarkan oleh BPKS pada tanggal 9 Juni 2017.

"Kami mendesak para pihak untuk segera memutuskan kontrak terhadap perusahaan itu. Jangan sampai apa terjadi di proyek Sabang terulang kembali dengan proyek-proyek lainnya," kata putra asli Aceh Barat Daya itu.

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini

Umum
USK Jalin Kerja Sama dengan KPK

BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala menjalin kesepakatan kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upaya...