Unduh Aplikasi

Proyeksi, rupiah berpeluang menguat

 Nilai tukar rupiah diproyeksikan dapat terangkat posisinya dari fase pelemahan, Rabu (10/12/2014). Penurunan indeks dollar AS di pasar global menjadi kesempatan mata uang garuda menguat. 

Bursa global jatuh, dipimpin oleh jatuhnya indeks saham Shanghai setelah Pemerintah China memperketat syarat pinjaman jangka pendek. Indeks saham Yunani juga jatuh dalam akibat kisruh politik. 

Menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia, indeks dollar AS index kembali melemah hingga dini hari tadi walaupun data Wholesale Inventories membaik. Pagi ini ditunggu inflasi China yang diperkirakan stabil di 1,6 persen secara tahunan. 

Rupiah kemarin berhasil menguat setelah penguatan dollar AS tertahan di pasar global. Rupiah menguat bersama mata uang lain di Asia di tengah kejatuhan pasar saham. IHSG melemah 0,4 persen hingga Selasa (9/12/2014) sore dengan penjualan bersih asing yang mencapai Rp 618 miliar. Imbal hasil SUN 10 tahun juga naik hingga 7,96 persen dan juga dibarengi oleh aksi jual oleh asing. 

"Hari ini rupiah berpeluang melanjutkan tren penguatannya melihat indeks dollar AS yang jatuh cukup dalam dini hari tadi," demikian riset Samuel Sekuritas Indonesia pagi ini.

KOMPAS


Komentar

Loading...